5. Dengan harusnya putus studi dan tidak adanya penerima mahasiswa baru maka berpotensi membuat gagal adanya sarjana pertama dari keluarga miskin.
Baca Juga: Ramai Dicari Masyarakat, Ternyata ini Sejarah Gas Elpiji 3 kg dan Alasan Warna Tabungnya Hijau
6. Menurunkan akses penduduk dari kelompok ekonomi rendah ke pendidikan tinggi.
Selain itu, tidak terpenuhinya sasaran penerima KIP-Kuliah berjalan (on going) berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan bisa menimbulkan isu nasional.***
Artikel Terkait
Efisiensi Anggaran di Bidang Pendidikan Dinilai Pertaruhkan Masa Depan Anak Bangsa
Miris! Sebelum Adanya Efisiensi Anggaran Pendidikan Indonesia Tidak Mencapai Mandat Konstitusi
Akibat Efisiensi Anggaran Kemenkes, Ada Subsidi BPJS yang Berpotensi Dicabut
Waduh! Akibat Efisiensi Anggaran, MK hanya Bisa Gaji Pegawai hingga Mei
Badan Gizi Nasional Kena Efisiensi Anggaran Prabowo, Apa Dampaknya ke Program Makan Bergizi Gratis?