INSIBERNEWS - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali menyatakan kesiapannya untuk bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas solusi politik dan diplomatik demi mengakhiri perang yang masih berkecamuk.
Namun, Zelenskyy menilai bahwa Putin justru menghindari dialog dan enggan membicarakan perdamaian secara langsung dengannya.
Baca Juga: Sindikat Uang Palsu di Tangerang Dan Jawa Barat Terbongkar, 14 Pelaku Dibekuk
Pernyataan tersebut disampaikan Zelenskyy dalam konferensi pers pada Kamis (6/2) usai bertemu dengan Presiden Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD), Odile Renaud-Basso.
Ia menegaskan bahwa meskipun berbagai negara Barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa percaya bahwa negosiasi tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan Rusia dan Putin, Ukraina tetap membuka diri untuk jalur diplomasi.
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Kembali Buat Keputusan Kontroversi, Kali Ini Soal Paris Agreement
“Kami selalu siap untuk berunding, tidak ada masalah dengan itu. Tapi menurut saya, Putin takut berbicara dengan saya tentang bagaimana mengakhiri perang ini,” tegasnya.
Zelenskyy juga menyinggung keputusan Ukraina pada tahun 2022 yang melarang segala bentuk negosiasi damai dengan Rusia selama Putin masih menjabat sebagai presiden.
Baca Juga: Eks Member NewJeans Resmi Umumkan Nama Baru Grup: NJZ!
Namun, ia menegaskan bahwa larangan tersebut tidak berlaku bagi dirinya secara pribadi. Artinya, jika ada peluang perundingan yang dapat membawa Ukraina menuju perdamaian tanpa mengorbankan kepentingan negaranya, ia bersedia untuk mempertimbangkannya.
Terkait peran AS dalam mengupayakan solusi bagi perang di Ukraina, Zelenskyy menekankan bahwa negaranya tengah menjalin kontak resmi dengan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk membahas rencana perdamaian.
Baca Juga: Kabar Duka, Kang Gobang Preman Pensiun Tutup Usia
Ia memastikan bahwa tidak ada opsi lain selain kerja sama antara Ukraina dan AS dalam mencari jalan keluar atas konflik ini.
“Saya yakin tim kami dan tim AS akan terus bekerja sama. Kami tidak memiliki rencana lain,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Melalui Program Cek Kesehatan Gratis, Masyarakat Bisa Deteksi Dini Kanker dan Kesehatan Kejiwaan
BRI Gunakan Strategi Pengelolaan Segmen Nasabah Berbasis Piramida untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Sempat Minta Anggaran Rp20 T, Menteri HAM Kena Kritik, Dinilai Tidak Kerja oleh DPR
Natalius Pigai Kena Sindir DPR, Tidak Hadir dalam Kasus Pagar Laut dan Program Amnesti Narapidana
Pihak Sekolah yang Lalai Isi Data PDSS Menawarkan untuk Membiayai Bimbel Para Siswa untuk SNBT
Tidak Hanya SMA di Kalimantan Barat, Sejumlah Sekolah juga Lalai Isi PDSS Siswa
Menteri HAM Klaim Selama 100 Hari Kerja Belum Ada Warga Dipenjara Karena Hina Pejabat
Kabar Duka, Kang Gobang Preman Pensiun Tutup Usia
Bahlil Lahadalia Kembali Buat Keputusan Kontroversi, Kali Ini Soal Paris Agreement
Sindikat Uang Palsu di Tangerang Dan Jawa Barat Terbongkar, 14 Pelaku Dibekuk