Bunuh Diri di Jepang Turun, Tetapi Angka Bunuh Diri Pelajar Mencapai Rekor Tertinggi

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 30 Januari 2025 | 16:30 WIB
Bunuh Diri di Jepang Turun, Tapi Kasus di Kalangan Pelajar Capai Rekor Tinggi (Gambar oleh freepik)
Bunuh Diri di Jepang Turun, Tapi Kasus di Kalangan Pelajar Capai Rekor Tinggi (Gambar oleh freepik)

INSIBERNEWS - Angka bunuh diri di Jepang pada 2024 mengalami penurunan ke tingkat terendah yang pernah tercatat, namun angka bunuh diri di kalangan pelajar, khususnya siswa SMP dan SMA, justru mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni rekor tertinggi.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang, tercatat 20.268 kasus bunuh diri pada 2024, yang merupakan penurunan sebanyak 1.569 kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun angka ini merupakan yang terendah kedua sejak data mulai dikumpulkan pada 1978, permasalahan bunuh diri di kalangan anak-anak dan remaja tetap menjadi perhatian serius.

 Baca Juga: Pemerintah Jepang Tawarkan Rp504 Juta untuk Tinggal di Desa, Dapat Rumah Tradisional di Jepang, Begini Peluang Hidup Nyaman di Pedesaan Negeri Sakura

Rekor Bunuh Diri Pelajar

Dari jumlah tersebut, sebanyak 527 adalah anak-anak di bawah umur, yang melampaui rekor tahun sebelumnya dengan 514 kasus. Dari 527 anak yang meninggal akibat bunuh diri, hampir 70% di antaranya adalah siswa SMA, yakni 349 orang. Sementara itu, 163 siswa SMP dan 15 siswa SD juga tercatat sebagai korban bunuh diri. Kasus bunuh diri di kalangan siswa SMP dan SMA menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan 99 siswa SMP dan 183 siswa SMA meninggal karena bunuh diri, masing-masing meningkat 19 dan 17 dibandingkan tahun lalu.

Faktor-Faktor Penyebab Bunuh Diri di Kalangan Pelajar

Beberapa alasan yang ditemukan menjadi penyebab bunuh diri di kalangan pelajar, terutama di kalangan anak usia 19 tahun ke bawah, meliputi masalah sekolah seperti nilai buruk dan ketidakpastian tentang masa depan, masalah kesehatan mental seperti depresi, serta masalah keluarga seperti hubungan yang buruk dengan orang tua.

 Baca Juga: Wisatawan Cina Rayakan Tahun Baru Imlek di Thailand, Namun Kekhawatiran Keamanan Mewarnai Prospek Pemulihan Pariwisata

Tanggapan Pemerintah dan Layanan Konseling

Pejabat kementerian menekankan bahwa angka bunuh diri di kalangan anak di bawah umur yang mencapai rekor tertinggi ini harus segera ditangani. Mereka menyatakan bahwa analisis lebih lanjut mengenai faktor-faktor penyebabnya akan dilakukan, serta kolaborasi dengan berbagai kelompok terkait untuk mencari solusi guna mengatasi masalah ini.

Kementerian juga mengingatkan bahwa layanan konseling tersedia melalui Yorisoi Hotline di nomor 0120-279-338, meskipun nomor ini hanya dapat diakses dari dalam Jepang. Pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi mental pelajar dan memberikan dukungan untuk mencegah tragedi lebih lanjut.

Angka bunuh diri ini memberikan gambaran bahwa meskipun Jepang telah membuat kemajuan dalam mengurangi jumlah bunuh diri secara keseluruhan, perhatian khusus terhadap kesejahteraan mental anak-anak dan remaja tetap sangat diperlukan untuk mencegah angka bunuh diri yang terus meningkat di kalangan generasi muda.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X