INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Yaitu dengan cara mengurangi pos anggaran yang dianggap tidak mendesak, terutama untuk kegiatan seremonial.
Kebijakan ini diambil Presiden Prabowo untuk memastikan setiap pengeluaran negara lebih efisien, terarah, dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan rakyat.
Baca Juga: Hidup Hemat, Gaji Kecil Tetap Bisa Nabung! Ini 6 Rahasianya
Seremonial yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat selama ini sering kali menyedot anggaran negara yang besar.
Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan, di mana efisiensi fiskal menjadi prioritas utama, Prabowo menilai bahwa dana negara harus lebih difokuskan pada sektor-sektor yang lebih vital.
Yaitu seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Bakal Ikut Serta di Parade HUT ke-76 India, Prabowo: Kita Kontingen Kehormatan
Melalui kebijakan ini, diharapkan instansi pemerintah lebih selektif dalam merencanakan kegiatan yang melibatkan biaya tinggi.
Seperti upacara, perayaan, atau acara-acara resmi yang tidak memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dilansir INsibernews dari kanal YouTube Sekretariat Presiden (23/1/2025), dengan tegas Presiden Prabowo memutuskan melarang anggaran untuk acara seremonial.
Baca Juga: Wow! Ternyata Bayaran Anjing Pelacak di Atas UMR, Lebih Tinggi dari Gajimu?
Seperti contohnya anggaran untuk perayaan ulang tahun, hal ini sudah dicoret dari alokasi belanja negara.
Hal tersebut telah tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBN Tahun Anggaran 2025.
Artikel Terkait
Potong Anggaran Seremoni dan Perjalanan Dinas Pemerintah, Prabowo: Kita Bisa Hemat 20 T Lebih dan Perbaiki Sekolah
Bersikap Tegas, Prabowo Perintahkan Aparat Tindak Perusahaan Pelanggar Aturan Pertanahan dan Hutan
Basuki Hadimuljono Ungkap Prabowo Targetkan IKN akan Jadi Ibukota Politik pada 2028
Kunjungi Kediaman Emil Salim, Prabowo: Minta Maaf Saya Baru Datang Sekarang
Hebat! Presiden Prabowo Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas hingga 50 Persen, Bisa Hemat Rp20 Triliun