INSIBERNEWS - Presiden Prabowo serius dalam penghematan anggaran pemerintah.
Salah satu cara yang dilakukan oleh Presiden Prabowo untuk menghemat anggaran pemerintah adalah dengan cara memangkas anggaran perjalanan dinas.
Tidak itu saja, Presiden Prabowo juga melarang kegiatan seremonial yang tidak mendesak di lingkungan Kabinet Merah Putih.
Baca Juga: Hidup Hemat, Gaji Kecil Tetap Bisa Nabung! Ini 6 Rahasianya
Hal tersebut telah tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBN Tahun Anggaran 2025.
Perjalanan dinas di lingkungan pemerintahan sering kali menjadi salah satu pos anggaran yang cukup besar dalam APBN.
Sebenarnya perjalanan dinas memang diperlukan untuk koordinasi dan pengawasan.
Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Bakal Ikut Serta di Parade HUT ke-76 India, Prabowo: Kita Kontingen Kehormatan
Namun pengurangan perjalanan dinas dapat memberikan dampak signifikan dalam penghematan anggaran negara.
Dengan meminimalkan perjalanan dinas yang tidak esensial, pemerintah dapat mengalokasikan dana tersebut untuk keperluan lain yang lebih mendesak.
Sperti halnya pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Baca Juga: Imbas dari Kasus Perceraian, Anak Baim Wong dan Paula Verhoeven Jalani Terapi Psikologis
Selain itu, teknologi komunikasi yang semakin maju, seperti video konferensi dan platform daring lainnya.
Artikel Terkait
Ini Daftar Menteri Terburuk di 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran: Natalius Pigai, Budi Arie, Bahlil hingga Raja Juli Antoni
Potong Anggaran Seremoni dan Perjalanan Dinas Pemerintah, Prabowo: Kita Bisa Hemat 20 T Lebih dan Perbaiki Sekolah
Bersikap Tegas, Prabowo Perintahkan Aparat Tindak Perusahaan Pelanggar Aturan Pertanahan dan Hutan
Basuki Hadimuljono Ungkap Prabowo Targetkan IKN akan Jadi Ibukota Politik pada 2028
Kunjungi Kediaman Emil Salim, Prabowo: Minta Maaf Saya Baru Datang Sekarang