Rencana Trump Pindahkan Warga Gaza ke Indonesia Disebut MUI Sebagai Upaya Pengusiran

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 22 Januari 2025 | 16:57 WIB
Ilustrasi Warga Gaza yang di isukan Relokasi ke Indonesia (Foto : AP/Jehad Alshrafi)
Ilustrasi Warga Gaza yang di isukan Relokasi ke Indonesia (Foto : AP/Jehad Alshrafi)

INSIBERNEWS - Melalui utusannya, Steve Witkoff, Presiden ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump sempat mengungkapkan rencananya soal pemindahan penduduk Gaza.

Disampaikan oleh Witkoff dalam wawancara dengan NBC, Minggu, 19 Januari 2025 lalu. Trump berencana untuk melakukan relokasi terhadap dua juta penduduk Gaza ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Pejabat di tim transisi pemerintahan Trump menyebut langkah itu bagian dari usulan rekonstruksi Jalur Gaza pasca-agresi Israel.

Baca Juga: Seskab Mayor Teddy Sudah Lapor LHKPN ke KPK, Ternyata Kekayaannya Capai Belasan Miliar Rupiah!

Namun, detail rencana tersebut masih belum jelas, termasuk persetujuan warga Gaza untuk dipindahkan maupun kesiapan negara penerima.

“Indonesia, misalnya, adalah salah satu lokasi yang sedang dibahas,” ujar Witkoff, seperti dikutip dari NBC.

Menyoroti kabar tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tegas menolak tegas rencana Trump itu.

Baca Juga: Solo Leveling Bakal Dibuat Versi Drama Live Action!

Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas, menilai relokasi warga Gaza hanya bertujuan melemahkan kekuatan kelompok militan Palestina, Hamas, serta memperkuat posisi Israel.

“Dengan berkurangnya penduduk Gaza, maka jumlah personel yang bisa direkrut oleh kelompok perlawanan terhadap pendudukan Israel juga akan berkurang,” ujar Anwar, Selasa 21 Januari 2025.

Ia menyebut rencana itu sarat dengan kepentingan untuk mempermudah Israel mencaplok wilayah Palestina.

Baca Juga: BRI Dukung Asta Cita Pemerintah Melalui 1 Juta AgenBRILink, Dorong Pemerataan Ekonomi dan Sediakan Lapangan Kerja Berkualitas

“Kosongnya daerah Gaza akan semakin memotivasi Israel untuk mewujudkan negara Israel Raya yang mereka impikan,” tegasnya.

Anwar meminta pemerintah Indonesia tidak meladeni rencana tersebut.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X