Pengadilan Korsel Gelar Sidang Perdana Pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol

Photo Author
- Selasa, 14 Januari 2025 | 13:05 WIB
Yoon Suk Yeol - Presiden Korea Selatan (Foto : REUTERS)
Yoon Suk Yeol - Presiden Korea Selatan (Foto : REUTERS)

INSIBERNEWS - Mahkamah Konstitusi Korea Selatan dijadwalkan menggelar sidang pertama terkait pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol pada Selasa (14/1) pukul 14.00 waktu setempat.

Namun, Yoon dipastikan tidak akan hadir dengan alasan kekhawatiran atas keselamatannya, menurut pernyataan dari tim kuasa hukumnya.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Bebas Pungutan, Masyarakat Diminta Waspada Pungli!

Sidang ini berlangsung tepat satu bulan setelah Majelis Nasional Korea Selatan memutuskan untuk memakzulkan Yoon pada 3 Desember lalu.

Keputusan pemakzulan ini dipicu oleh langkah kontroversial Yoon yang menerapkan darurat militer dalam periode yang sangat singkat, yang kemudian memunculkan dugaan penyalahgunaan kekuasaan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat untuk Keluarga Miskin Ekstrem Segera Dibangun, Dimulai dari Jakarta

Selain itu, Yoon juga sedang menghadapi tuduhan pemberontakan dari penyidik yang telah memeriksa kasusnya.

Menurut hukum, ketidakhadiran Yoon dalam sidang perdana ini membuat prosesnya kemungkinan besar berlangsung singkat.

Baca Juga: Jepang Beri Pinjaman untuk Indonesia Sebesar Rp9,3 Triliun, untuk Tingkatkan Kapasitas ASN dan Pembangunan Pelabuhan

Namun, jika ia kembali absen pada sidang berikutnya yang dijadwalkan Kamis (16/1), pengadilan memiliki wewenang untuk melanjutkan pemeriksaan tanpa kehadirannya.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan kelancaran proses hukum terkait kasus yang menyedot perhatian publik tersebut.

Baca Juga: Muncul Jasa Yongin Ya Karena Tingginya Orang Hilang di Jepang Tanpa Tinggalkan Jasad, Apa Itu?

Di sisi lain, tim kuasa hukum Yoon telah meminta agar salah satu hakim dalam persidangan, Chung Kye-sun, dikeluarkan dari perkara ini. Mereka beralasan bahwa latar belakang Chung sebagai mantan pemimpin kelompok penelitian hukum progresif bisa mengancam objektivitas putusan.

Mahkamah Konstitusi diperkirakan akan mengumumkan keputusan atas permintaan tersebut pada sidang hari ini.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X