Vietnam Tawarkan Hadiah hingga Rp3,2 Juta untuk Pelaporan Pelanggaran Lalu Lintas Secara Anonim

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 10 Januari 2025 | 11:26 WIB
Warga Vietnam merekam pengendara di jalan raya. (Istimewa)
Warga Vietnam merekam pengendara di jalan raya. (Istimewa)

INSIBERNEWS - Pemerintah Vietnam telah memperkenalkan kebijakan baru yang menawarkan hadiah hingga $200 (Rp3,2 juta) kepada warganya yang melaporkan pelanggaran lalu lintas dengan bukti, efektif mulai 1 Januari 2025.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan jalan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat perilaku ceroboh pengemudi.

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu menanggulangi masalah pelanggaran lalu lintas yang semakin marak, seperti ngebut, melawan arus, menerobos lampu merah, hingga mundur di jalan tol.

Kebijakan ini juga berusaha menanggulangi kesulitan yang dihadapi oleh penegak hukum dalam mengelola pelanggaran tersebut.

 Baca Juga: Menko Infra AHY Sebut Pemerintah Berupaya Turunkan Harga Tiket Pesawat dan Moda Transportasi Lain Menjelang Lebaran 2025

Pendapatan yang dihasilkan dari denda yang diterima berdasarkan laporan pelanggaran, serta 30 persen hasil lelang pelat nomor kendaraan, akan digunakan kembali untuk memperbaiki keselamatan jalan di negara tersebut.

Namun, meskipun kebijakan ini sudah diperkenalkan lebih dari sepekan, polisi setempat melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada seorang pun yang menerima hadiah tersebut.

"Sejauh ini belum ada seorang pun yang diberi penghargaan," kata pihak kepolisian seperti dilansir Barrons.

Selain itu, kebijakan baru ini juga disertai dengan kenaikan denda yang signifikan. Di Vietnam, di mana pendapatan rata-rata bulanan sekitar 7,7 juta dong (Rp4,9 juta), denda untuk pengendara sepeda motor yang menerobos lampu merah kini mencapai lebih dari 6 juta dong (Rp3,8 juta), sementara pengendara mobil dikenakan denda hampir 20 juta dong (Rp12,8 juta) untuk pelanggaran yang sama.

Bahkan, denda bagi pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara juga telah meningkat dua kali lipat. Pengemudi Grab Bike di Hanoi, Nguyen Quoc Phong, mengaku terkejut dengan kenaikan denda ini dan mulai mematuhi peraturan dengan ketat setelah perubahan tersebut.

 Baca Juga: PSSI Ungkap Alasan Pilih Patrick Kluivert sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia, Diharapkan Dapat Membawa Timnas Indonesia ke Level Internasional

Seorang petugas polisi di Hanoi menyebut bahwa ia telah melihat beberapa pengemudi menangis saat menerima denda, mencerminkan betapa besar dampak dari kebijakan ini pada pengemudi yang sebelumnya terbiasa melanggar aturan.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X