INSIBERNEWS - Terdapat perbedaan keterangan antara terduga pelaku penembakan dengan keluarga korban pada kasus penembakan di rest area Merak-Tangerang.
Terduga pelaku penembakan merupakan anggota TNI AL, sehingga pihak TNI telah melakukan konferensi pers.
Sedangkan keluarga korban yaitu bos rental mobil beringas IAR yang tewas tertembak menyangkal keterangan dari pihak TNI AL.
Baca Juga: Syahrini Ajak Baby R Pulang Kampung ke Jepang, Gaya Mewah Curi Perhatian
Dalam konferensi pers, Panglima Komando Armada TNI AL, Laksdya Deni Hendrawan menyampaikan sejumlah keterangan mengenai kasus penembakan bos rental mobil.
Salah satu yang disampaikan oleh Laksdya Deni Hendrawan adalah modus penembakan.
Menurut keterangannya, anggota TNI AL yang melakukan penembakan pada bos rental mobil karena dirinya dikeroyok oleh 15 orang.
Baca Juga: Unggul di Pilkada Blitar 2024, Segini Harta Kekayaan Syauqul: Tembus Miliaran?
Aksi penembakan terjadi dinilai sebagai pembelaan diri dari pengeroyokan.
“Mereka mengalami pengeroyokan oleh sekitar 15 orang tak dikenal di rest area KM 45 Tol Merak-Tangerang,” ungkap Laksdya Deni Hendrawan.
“Seandainya dihadapkan pada pengeroyokan, berarti kan sama-sama tidak tahu siapa yang akan mati. Jadi, kita saja kalau terdesak ya pasti akan bela diri, akan cari benda untuk membela diri, mengamankan,” lanjutnya.
Baca Juga: Korut Serukan Dunia Bersatu Hentikan Kekerasan Israel di Gaza
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @narasinewsroom (8/1/2025), di sisi lain anak dari IAR, Rizki Agam membantah pernyataan dari TNI tersebut.
Artikel Terkait
Viral Bos Rental Mobil Tewas Dikroyok Warga, Dikira Mau Maling di Pati!
2 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Pati
Anggota TNI Diduga Terlibat Penembakan Bos Rental Mobil, Panglima Janji Tindak Tegas
3 Anggota Polisi yang Abaikan Laporan Bos Rental Mobil yang Kena Tembak Kini Diberi Sanksi Demosi
Pihak TNI AL Ungkap Modus Anggotanya Tembak Bos Rental Mobil hingga Tewas