“Biaya perjalanan yang dia pikul selain solarnya juga kadang-kadang sulit, juga masalah pungli dan premanisme.“Ini akan menjadi bagian cost yang dikeluarkan,” ujar Soerjanto Tjahjono.
“Kemudian ketika dia mengambil barang di satu tempat, itu juga prosedurnya cukup ruwet,” lanjutnya.
Baca Juga: Tuai Kekhawatiran Penggemar, Zhao Lusi Ungkap Kasus Kekerasan dan Depresi yang Dialaminya
Sejumlah pengusaha truk mengaku bahwa tetap menjalankan truk ODOL demi cepat balik modal.
“Utilitas truk ini menjadi semakin terbatas, sehingga pengusaha truk kapan balik uangnya kalau ngangkut tidak ODOL,” ujar Soerjanto Tjahjono.***
Artikel Terkait
Korban Tewas Alami Pendarahan Parah Bagian Kepala, Akibat Kecelakaan Tol Cipularang KM 96
Bus Ziarah Kecelakaan di Tol Cipularang, Dua Orang Meninggal Dunia
Tragis! Lakalantas Nataru, 2 Orang Tewas dan 59 orang Luka-luka Akibat Kecelakaan Jalan Tol Cipularang KM 80 B
Wamen BUMN Dirut Jasa Raharja, Jenguk Langsung Korban Kecelakaan Bus Pariwisata Tol Cipularang di Rumah Sakit Abdul Radzak
Lagi! Truk Kembali Jadi Penyebab Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Ada Korban?