Menyoroti Vonis Ringan Koruptor Ratusan Triliun, Prabowo: Melukai Rasa Keadilan!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 31 Desember 2024 | 11:44 WIB
Prabowo saat berpidato di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2025 di gedung Bappenas. (Istimewa )
Prabowo saat berpidato di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2025 di gedung Bappenas. (Istimewa )

INSIBERNEWS, Jakarta — Prabowo Subianto menyentil putusan vonis ringan terhadap pelaku kasus korupsi yang merugikan negara ratusan triliun.

Presiden RI ini menilai vonis rendah itu melukai rasa keadilan di masyarakat dan mengimbau para hakim untuk berbenah.

Diungkapkan oleh Prabowo saat berpidato di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2025 di gedung Bappenas, Senin (30/12).

Baca Juga: 6 Gejala Awal Asam Urat yang Mungkin Anda Abaikan, Cegah Komplikasi Dini!

“Kalau sudah jelas menyebabkan kerugian, terutama hakim-hakim, vonisnya jangan terlalu ringan lah. Nanti dibilang Prabowo enggak ngerti hukum lagi, tetapi rakyat itu mengerti, rakyat di pinggir jalan ngerti, rampok ratusan triliun, vonisnya kok (hanya) sekian tahun,” ujar Prabowo.

“Jaksa agung! Naik banding tidak kau? Naik banding ya? Vonisnya ya 50 tahun gitu kira-kira ya,” lanjutnya.

Menteri Pemasyarakatan juga diminta Prabowo untuk dapat mengawasi potensi pemberian fasilitas mewah kepada pelanggar hukum tersebut di penjara.

“Nanti jangan-jangan di penjara pakai AC, punya kulkas, punya tv, tolong menteri pemasyarakatan, ya!"

Baca Juga: Manfaat Air Kelapa yang Bisa Bantu Atasi Masalah Asam Urat, Ini Buktinya!

Prabowo menyebut para pejabat pemerintahan dan aparat harus berbenah diri dan menyadari kesalahan yang ada selama ini.

“Rakyat kita itu bukan rakyat yang bisa dibohongi terus. Sudah jelas kerugian ratusan triliun vonisnya segitu. Ini melukai rasa keadilan. Ada yang curi ayam dihukum berat. Dipukuli,” tandasnya.

Ditegaskan Prabowo, bahwa Indonesia di bawah kepemimpinannya harus memiliki pemerintahan yang bersih, di mana tidak ada kebocoran, markup, dan tindakan merugikan negara lainnya.

Baca Juga: Fico Fachriza Pinjam Uang Dengan Cara Nipu, Sebut Kalau Uangnya Gak Bisa Diganti Biar Nanti Allah Yang Ganti

“Seluruh aparat, eselon, budaya markup, budaya penggelembungan anggaran itu adalah korupsi. Itu adalah merampok uang rakyat. Kalau bikin proyek yang nilainya 100 juta ya 100 juta. Jangan dibilang 150 juta. Budaya ini harus kita hilangkan,” ujar Prabowo.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X