Waspada! Cuaca Ekstrem Masih Mengancam hingga Awal Tahun Baru

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 27 Desember 2024 | 11:27 WIB
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam hingga Awal Tahun Baru (Foto : Dok/Sekretariat Kabinet)
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam hingga Awal Tahun Baru (Foto : Dok/Sekretariat Kabinet)

INSIBERNEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga 2 Januari 2025.

Fenomena cuaca ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang kompleks, termasuk angin monsun Asia yang aktif, meningkatnya aktivitas gelombang atmosfer, serta suhu permukaan laut yang hangat di beberapa wilayah Indonesia.

Baca Juga: Ini Link Streaming PSS Sleman vs Madura United di BRI Liga 1 2024-2025, Saksikan di Layanan TV Online Ini

Kondisi ini berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, bahkan badai petir di berbagai daerah.

Sejumlah wilayah di Indonesia telah masuk dalam daftar zona rawan cuaca ekstrem, seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.

BMKG menyebut potensi dampak berupa banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi di wilayah pesisir harus menjadi perhatian serius.

Baca Juga: India Berduka, Mantan PM Manmohan Singh Wafat di Usia 92 Tahun

“Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan menghindari aktivitas di area berisiko tinggi,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan persnya.

Selain dampak langsung seperti banjir, angin kencang juga dilaporkan menumbangkan sejumlah pohon dan merusak bangunan ringan di beberapa daerah.

Baca Juga: Tiga Bayi Meninggal Kedinginan di Tenda Pengungsian: Suhu Dingin Jadi Ancaman Nyata di Gaza

Nelayan dan masyarakat pesisir juga diminta berhati-hati karena gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 4-6 meter di beberapa perairan.

Untuk wilayah perkotaan, genangan air di jalanan dan gangguan transportasi udara menjadi tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi.

Baca Juga: Bandara Sanaa Diserang, Kepala WHO dan Staf PBB Terjebak dalam Serangan Udara

BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem ini dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Suhu yang fluktuatif dan kelembapan tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit, seperti flu, demam, hingga penyakit pernapasan.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X