Jepang Bidik Pengasuh Lansia dari Asia Tenggara, Indonesia Jadi Fokus Utama

Photo Author
- Selasa, 17 Desember 2024 | 22:28 WIB
Jepang Bidik Pengasuh Lansia dari Asia Tenggara, Indonesia Jadi Fokus Utama (Photo : Japan Care Worker Guide)
Jepang Bidik Pengasuh Lansia dari Asia Tenggara, Indonesia Jadi Fokus Utama (Photo : Japan Care Worker Guide)

INSIBERNEWS - Jepang menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor perawatan lansia.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang berencana membuka peluang lebih luas bagi tenaga kerja asing, khususnya dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mulai tahun fiskal 2025.

Baca Juga: Hasil Penindakan 2023-2024, KPPBC Purwakarta Musnahkan Jutaan Rokok ilegal dan Ribuan Miras ilegal

Langkah ini dilaporkan sebagai respons terhadap kekurangan tenaga pengasuh lansia yang semakin kritis. Berdasarkan data, sekitar satu dari lima warga Jepang akan berusia 75 tahun ke atas pada 2025.

Dengan prediksi defisit sekitar 250.000 pengasuh pada 2026, dan angka ini melonjak menjadi 570.000 pada 2040, pemerintah Jepang merasa perlu mengambil tindakan cepat.

Baca Juga: Sederet Partai Ini Siap Buka Pintu Untuk Jokowi Usai Resmi Dipecat PDIP

Salah satu strateginya adalah menanggung sebagian biaya rekrutmen bagi perusahaan-perusahaan Jepang serta menyelenggarakan program pelatihan langsung di negara asal calon tenaga kerja, seperti Indonesia.

Di Indonesia, program pelatihan bernama Kaigo direncanakan dimulai pada tahun fiskal 2025. Program ini akan berlangsung selama tiga tahun dan berfokus pada pengembangan keterampilan perawatan lansia.

Baca Juga: Mengintip 20 Tahun Jejak Jokowi Bersama PDIP Sebelum Akhirnya Dipecat

Peserta yang berhasil lulus ujian kualifikasi akan memiliki kesempatan untuk bekerja di Jepang dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Program ini diharapkan bisa menjadi jalan keluar bagi kedua negara, memberikan tenaga kerja berkualitas untuk Jepang, sekaligus membuka peluang karier bagi pekerja Indonesia.

Baca Juga: Digeledah KPK, Begini Duduk Perkara Kasus Dugaan Korupsi CSR Bank Indonesia

Namun, tantangan masih ada. Menurut Badan Layanan Imigrasi Jepang, meski sudah ada 28.400 tenaga kerja asing yang datang dengan visa pekerja terampil khusus pada 2023 untuk bekerja di sektor ini, jumlah tersebut hanya memenuhi separuh dari target yang ditetapkan.

Pemerintah Jepang pun menyadari perlunya pendekatan yang lebih strategis agar target rekrutmen dapat tercapai, termasuk memperkuat daya tarik Jepang sebagai destinasi karier.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X