Usai Viral, Sosok Pria Berbaju Merah Pelaku Penganiayaan Mahasiswa Koas Kini Menjadi Tersangka

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 21:36 WIB
Menyerahkan Diri, Sosok Pria Berbaju Merah Pelaku Penganiayaan Viral Mahasiswa Koas Kini Menjadi Tersangka (Istimewa )
Menyerahkan Diri, Sosok Pria Berbaju Merah Pelaku Penganiayaan Viral Mahasiswa Koas Kini Menjadi Tersangka (Istimewa )

INSIBERNEWS - Ramai di media sosial (medsos) soal kasus penganiayaan terhadap mahasiswa koas atau co-assistant (coas) dokter di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Anwar Reksowidjojo mengatakan jika pelaku penganiayaan, Fadillah alias Datuk (37) telah ditetapkan sebagai tersangka, berlaku sejak Jumat (13/12/2024) malam.

Datuk merupakan sosok pria berkaus merah yang menghajar korban dalam video viral yang beredar.

Baca Juga: Aksi Demo Rakyat Berhasil, Presiden Korea Selatan Yoon Seok Yeol Resmi Dimakzulkan

Setelah menyerahkan diri ke Ditreskrimum Polda Sumsel, Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (14/12) siang, dan dihadirkan dihadapan para awak media di Polda Sumsel.

"Betul, pelaku FD telah ditetapkan sebagai tersangka per tadi malam," ungkap Kombes Anwar, diteruskan INSIBERNEWS pada, Sabtu (14/12/2024).

Sebelumnya, pelaku telah dilaporkan oleh Muhammad Luthfi Hadyhan (22), yang merupakan mahasiswa koas Unsri karena melakukan penganiayaan pada Selasa (10/12/2024) malam.

Baca Juga: Peringkat FIFA Timnas Putri Indonesia Naik, Erick Thohir: Kenaikan peringkat ini adalah hasil dari sinergi yang solid!

Setelah viralnya kasus pemukulan ini, beredar kabar bahwa pria berkaus merah ini menyerahkan diri, didampingi kuasa hukum dan keluarganya, pada Jumat (13/12) sekitar pukul 10.30 WIB.

"Kemarin, tersangka menyerahkan diri dengan didampingi keluarga dan kuasa hukumnya. Setelahnya langsung dilakukan pemeriksaan oleh Subdit III Ditreskrimum (Polda Sumsel) hingga ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Menurut Titis Rachmawati selaku kuasa hukum yang mendampingi pelaku mengatakan, bahwa masalah ini berawal dari miskomunikasi.

Baca Juga: Apa Itu Fenomena Cancel Culture? Para Public Figure Mesti Hati-hati Bertindak Kalau Nggak Mau Karier Redup!

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X