Korea Utara Sebut Dekrit Darurat Militer Korsel Sebagai Tindakan Fasis Rezim Yoon Suk Yeol

Photo Author
- Rabu, 11 Desember 2024 | 16:25 WIB
Kim Jong-un - Presiden Korea Utara (Foto : KCNA/YNA/dpa)
Kim Jong-un - Presiden Korea Utara (Foto : KCNA/YNA/dpa)

INSIBERNEWS - Korea Utara (Korut) memberikan reaksi keras terhadap drama politik yang terjadi di Korea Selatan (Korsel), khususnya setelah Presiden Yoon Suk Yeol mengeluarkan dekrit darurat militer pada awal Desember 2024.

Dalam laporan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA), Korut mengkritik langkah Yoon dengan keras, menyebutnya sebagai tindakan fasis dan sebuah "insiden mengejutkan" yang mencerminkan kekuasaan diktator.

Baca Juga: SNPMB 2025: Panduan Pendaftaran dan Bantuan KIP Kuliah Untuk Calon Mahasiswa Kurang Mampu

KCNA menggambarkan peristiwa tersebut sebagai upaya Yoon Suk Yeol untuk menggunakan "senjata kediktatoran" demi memadamkan ketegangan politik di Korsel.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa keputusan darurat militer yang diumumkan pada 3 Desember 2024 dan dicabut hanya enam jam setelahnya, menimbulkan gelombang protes besar-besaran dari masyarakat Korsel.

Baca Juga: Pendaftaran SNPMB 2025 Dibuka, Tiga Jalur Seleksi untuk Masuk PTN

Protes itu semakin meluas setelah mosi pemakzulan terhadap Presiden Yoon ditolak oleh Majelis Nasional, menyusul pemboikotan pemungutan suara oleh partai yang berkuasa.

Selain mengkritik kebijakan Yoon, KCNA juga menyoroti mobilisasi pasukan militer yang lengkap, termasuk helikopter dan unit Komando Perang Khusus Angkatan Darat, untuk mengamankan gedung Majelis Nasional.

Baca Juga: Serahkan DIPA 2025, Puan Maharani Ingatkan Pentingnya Anggaran untuk Rakyat

Korut menggambarkan pengerahan pasukan tersebut sebagai upaya untuk menekan oposisi dan menutup ruang demokrasi di Korsel.

Selain itu, Korut menilai insiden ini menunjukkan kerentanan dalam struktur politik di Korsel.

Baca Juga: Apple Siap Investasi Besar di Indonesia, iPhone 16 Jadi Bisa Dijual

"Masyarakat internasional sedang mengamati dengan seksama. Insiden ini mengungkapkan ketidakstabilan yang ada di dalam masyarakat Korsel, dan karier politik Yoon Suk Yeol akan segera berakhir," tulis laporan KCNA.

Kritik dari Korut terhadap Korsel ini menjadi perhatian, karena ini adalah pertama kalinya media pemerintah Korut memberikan komentar terkait peristiwa darurat militer yang terjadi di Korsel.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X