INSIBERNEWS - Korea Utara (Korut) memberikan reaksi keras terhadap drama politik yang terjadi di Korea Selatan (Korsel), khususnya setelah Presiden Yoon Suk Yeol mengeluarkan dekrit darurat militer pada awal Desember 2024.
Dalam laporan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA), Korut mengkritik langkah Yoon dengan keras, menyebutnya sebagai tindakan fasis dan sebuah "insiden mengejutkan" yang mencerminkan kekuasaan diktator.
Baca Juga: SNPMB 2025: Panduan Pendaftaran dan Bantuan KIP Kuliah Untuk Calon Mahasiswa Kurang Mampu
KCNA menggambarkan peristiwa tersebut sebagai upaya Yoon Suk Yeol untuk menggunakan "senjata kediktatoran" demi memadamkan ketegangan politik di Korsel.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa keputusan darurat militer yang diumumkan pada 3 Desember 2024 dan dicabut hanya enam jam setelahnya, menimbulkan gelombang protes besar-besaran dari masyarakat Korsel.
Baca Juga: Pendaftaran SNPMB 2025 Dibuka, Tiga Jalur Seleksi untuk Masuk PTN
Protes itu semakin meluas setelah mosi pemakzulan terhadap Presiden Yoon ditolak oleh Majelis Nasional, menyusul pemboikotan pemungutan suara oleh partai yang berkuasa.
Selain mengkritik kebijakan Yoon, KCNA juga menyoroti mobilisasi pasukan militer yang lengkap, termasuk helikopter dan unit Komando Perang Khusus Angkatan Darat, untuk mengamankan gedung Majelis Nasional.
Baca Juga: Serahkan DIPA 2025, Puan Maharani Ingatkan Pentingnya Anggaran untuk Rakyat
Korut menggambarkan pengerahan pasukan tersebut sebagai upaya untuk menekan oposisi dan menutup ruang demokrasi di Korsel.
Selain itu, Korut menilai insiden ini menunjukkan kerentanan dalam struktur politik di Korsel.
Baca Juga: Apple Siap Investasi Besar di Indonesia, iPhone 16 Jadi Bisa Dijual
"Masyarakat internasional sedang mengamati dengan seksama. Insiden ini mengungkapkan ketidakstabilan yang ada di dalam masyarakat Korsel, dan karier politik Yoon Suk Yeol akan segera berakhir," tulis laporan KCNA.
Kritik dari Korut terhadap Korsel ini menjadi perhatian, karena ini adalah pertama kalinya media pemerintah Korut memberikan komentar terkait peristiwa darurat militer yang terjadi di Korsel.
Artikel Terkait
Imbas dari Kasus Darurat Militer, Mantan Menhan Korea Selatan Nekat Melakukan Percobaan Bunuh Diri
6 Desain Kamar Anak Minimalis Bertema Fantasi yang Unik dan Inspiratif untuk Si Kecil
UMP DKI Jakarta 2025 Naik 6,5 Persen, Kini Jadi Rp5,39 Juta
Ratusan Pemain Sepak Bola Tewas, Termasuk Dua Bersaudara Berbakat
Beuh Nikmatnya Pepes Peda Ini, Bikin Makan Makin Lahap, Rasanya Endolita, Cara Buatnya Cuman di Kukus Saja
Resmikan Flyover Madukoro, Prabowo Ungkap Infrastruktur Merupakan Hal Penting untuk Konektivitas dan Ekonomi
Apple Siap Investasi Besar di Indonesia, iPhone 16 Jadi Bisa Dijual
Serahkan DIPA 2025, Puan Maharani Ingatkan Pentingnya Anggaran untuk Rakyat
Pendaftaran SNPMB 2025 Dibuka, Tiga Jalur Seleksi untuk Masuk PTN
SNPMB 2025: Panduan Pendaftaran dan Bantuan KIP Kuliah Untuk Calon Mahasiswa Kurang Mampu