Para pengamat hukum dan politik, termasuk Kim Hae-won, profesor hukum di Universitas Nasional Pusan, mengungkapkan bahwa tidak ada dasar konstitusional yang memungkinkan presiden untuk mengalihkan sebagian besar kewenangannya kepada pejabat partai yang tidak dipilih.
Menurut Kim, hal ini lebih mirip dengan "kudeta lunak" yang inkonstitusional dan dapat mengarah pada krisis lebih lanjut di negara tersebut.
Baca Juga: Kasus Penembakan Siswa di Semarang, Aipda Robig Zaenuddin Resmi Jadi Tersangka dan Dipecat
"Jika ada masalah dengan presiden, proses yang diatur dalam konstitusi harus diikuti, seperti pemakzulan, bukan upaya untuk memindahkan kekuasaan tanpa prosedur yang sah," katanya.
Baca Juga: Lolos Uji Emisi Diusulkan Jadi Syarat Perpanjangan STNK, Langkah Baru Tekan Polusi Udara
Meski demikian, Kementerian Pertahanan Korea Selatan menegaskan bahwa Yoon tetap memimpin aparat militer meskipun ketegangan politik meningkat dan negara berada dalam situasi yang sangat berisiko, dengan ancaman dari Korea Utara yang terus berkembang.
Saat ini, Korea Selatan masih dalam keadaan darurat terkait konflik dengan tetangga utaranya yang bersenjata nuklir, dan ketidakpastian politik hanya memperburuk situasi yang penuh tantangan ini.
Artikel Terkait
Lolos Uji Emisi Diusulkan Jadi Syarat Perpanjangan STNK, Langkah Baru Tekan Polusi Udara
Ramai Menanti Keputusan Presiden Prabowo, Ustadz Adi Hidayat Diisukan Pengganti Gus Miftah, Warganet: UAH dan UAS konsentrasi Dakwah Pembinaan Ummat .
Masjid IKN Bakal Jadi Masjid Negara, Gantikan Istiqlal
Kasus Penembakan Siswa di Semarang, Aipda Robig Zaenuddin Resmi Jadi Tersangka dan Dipecat
Jessica Iskandar Sebut Kelahiran Anak ke-3 nya Pengalaman Indah dan Luar Biasa Meskipun Sempat Alami Pendarahan
Israel Lancarkan Lebih dari 100 Serangan Udara ke Suriah, Fokus pada Senjata Kimia dan Rudal Jarak Jauh
Bukan Menggantikan Peran Manusia, BRI Gunakan AI Untuk Tingkatkan Produktivitas
Bendera Baru Suriah Menggantikan Simbol Rezim Assad, Menandai Era Baru Bagi Negeri ini
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 22 Warga Palestina, Termasuk Anak-anak dan Perempuan
Joe Biden Sambut Lengsernya Bashar Assad, Namun Ingatkan Tentang Risiko Keamanan di Suriah