INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan bahwa lengsernya Presiden Suriah Bashar al-Assad adalah momen bersejarah yang memberikan peluang bagi rakyat Suriah untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Biden menilai peristiwa ini sebagai langkah penting dalam sejarah negara tersebut, yang selama bertahun-tahun mengalami penderitaan akibat rezim Assad.
Baca Juga: Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 22 Warga Palestina, Termasuk Anak-anak dan Perempuan
Namun, meski menyambut baik perubahan ini, Biden juga mengingatkan bahwa risiko dan ketidakpastian masih tetap ada di Suriah.
“Ini adalah kesempatan bersejarah bagi rakyat Suriah yang telah lama menderita untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi negara mereka. Namun, ini juga merupakan momen yang penuh risiko dan ketidakpastian,” ujar Biden dalam keterangannya.
Baca Juga: Bendera Baru Suriah Menggantikan Simbol Rezim Assad, Menandai Era Baru Bagi Negeri ini
Ia menekankan bahwa meskipun ada perubahan politik besar di Suriah, tantangan besar tetap dihadapi negara tersebut, terutama dalam memastikan stabilitas dan keamanan.
Biden juga mengingatkan bahwa ancaman dari kelompok teroris seperti ISIS masih ada dan bisa membahayakan warga Suriah.
Sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju Suriah yang bebas dan merdeka, Biden menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus berkomitmen untuk melindungi rakyat Suriah dari ancaman terorisme.
Selain itu, AS juga akan berperan aktif dalam proses diplomatik yang dipimpin oleh PBB untuk membangun sebuah pemerintahan baru yang adil dan demokratis.
Meskipun menyambut baik lengsernya Assad, Biden mengingatkan bahwa beberapa kelompok pemberontak yang berperan dalam kejatuhan rezim Assad memiliki catatan buruk dalam hal terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia.
"Kami akan terus mengawasi tindakan mereka, bukan hanya kata-kata mereka," ujar Biden, menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat akan tetap fokus pada tindakan nyata yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tersebut, bukan sekadar retorika politik.
Artikel Terkait
Vietnam Perpanjang Diskon Pajak Jadi 8 Persen Demi Dorong Ekonomi, Berlaku hingga Juni 2025
Lolos Uji Emisi Diusulkan Jadi Syarat Perpanjangan STNK, Langkah Baru Tekan Polusi Udara
Ramai Menanti Keputusan Presiden Prabowo, Ustadz Adi Hidayat Diisukan Pengganti Gus Miftah, Warganet: UAH dan UAS konsentrasi Dakwah Pembinaan Ummat .
Masjid IKN Bakal Jadi Masjid Negara, Gantikan Istiqlal
Kasus Penembakan Siswa di Semarang, Aipda Robig Zaenuddin Resmi Jadi Tersangka dan Dipecat
Jessica Iskandar Sebut Kelahiran Anak ke-3 nya Pengalaman Indah dan Luar Biasa Meskipun Sempat Alami Pendarahan
Israel Lancarkan Lebih dari 100 Serangan Udara ke Suriah, Fokus pada Senjata Kimia dan Rudal Jarak Jauh
Bukan Menggantikan Peran Manusia, BRI Gunakan AI Untuk Tingkatkan Produktivitas
Bendera Baru Suriah Menggantikan Simbol Rezim Assad, Menandai Era Baru Bagi Negeri ini
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 22 Warga Palestina, Termasuk Anak-anak dan Perempuan