Menyoroti Soal Kontroversi dan Pengunduran Diri Gus Miftah, Ternyata Ini Perbedaan Panggilan Gus dengan Ustaz hingga Kiai

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 7 Desember 2024 | 08:00 WIB
Menyoroti Soal Kontroversi dan Pengunduran Diri Gus Miftah, Ternyata Ini Perbedaan Panggilan Gus dengan Ustaz hingga Kiai (Istimewa )
Menyoroti Soal Kontroversi dan Pengunduran Diri Gus Miftah, Ternyata Ini Perbedaan Panggilan Gus dengan Ustaz hingga Kiai (Istimewa )

Para tokoh yang dipanggil ustaz umumnya telah menempuh pendidikan agama Islam di pondok pesantren atau lembaga pendidikan agama Islam.

Nama-nama ustaz di Indonesia pada masa kini, yakni ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad, Ustaz Khalid Basalamah, dan Ustaz Felix Siauw.

2. Kiai

Kiai adalah tokoh agama Islam yang dinilai lebih senior dari ustaz. Sebutan kiai ini juga hanya ada di Indonesia khususnya di Pulau Jawa.

Baca Juga: Ramalan Cuaca Jakarta dan Sekitarnya 6 Desember 2024: Hujan Petir di Beberapa Wilayah

Tokoh agama Islam yang menyandang gelar kiai umumnya dihormati karena dianggap sudah mengerti ilmu agama dan berpengalaman dalam hal pendidikan agama.

Nama-nama kiai yang terkenal di Indonesia, yakni Kiai Haji (KH) Hasyim Asyari, KH Agus Salim, dan KH Ahmad Dahlan.

3. Syekh

Syekh merupakan gelar kehormatan yang ditujukan pada seorang ulama yang terhormat.

Di Indonesia, syekh digunakan oleh para tokoh agama Islam yang memiliki keturunan Arab.

Baca Juga: Siap Tampil di Laga Perdana Piala AFF 2024, Rafael Struick Bakal Perkuat Skuad Timnas Indonesia

Gelar syekh juga diberikan kepada mereka yang menyebarkan ajaran berdasarkan paham ahlus-sunnah wal jama'ah atau tasawuf, yakni hubungan manusia kepada Allah maupun kepada manusia.

Nama-nama tokoh syekh yang terkenal di Indonesia, ialah Syekh Nawawi Al-Bantani, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dan Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani.

4. Habib

Habib adalah gelar kehormatan yang ditujukan pada keturunan Nabi Muhammad SAW yang umumnya berasal dari daerah Hadramaut, Yaman, Asia Tenggara, Pesisir, Swahili, hingga Afrika Timur.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Change.org, Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X