Dengan Program Pendampingan BRI, Sosok Ini Sukses Berdayakan Komunitas Perempuan di Lamongan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 5 Desember 2024 | 17:54 WIB
Dengan Program Pendampingan BRI, Sosok Ini Sukses Berdayakan Komunitas Perempuan di Lamongan (Istimewa )
Dengan Program Pendampingan BRI, Sosok Ini Sukses Berdayakan Komunitas Perempuan di Lamongan (Istimewa )

INSIBERNEWS, Lamongan - Menunjukkan bukti nyata komitmennya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui program klaster UMKM.

Seperti salah satu kisah sukses Ainur Rahmatin, seorang Ketua Klaster UMKM Sabiq Bejo asal Desa Cluring, Kecamatan Kali Tengah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Memiliki semangat inovasi dan kepedulian sosial, Ainur tidak hanya berhasil mengembangkan usaha telur asin tetapi juga memberdayakan perempuan di desanya.

Baca Juga: Siap Rilis Bulan Ini! Toxic Till The End Jadi Title Track Full Album Perdana Rose Blackpink

Sejak memulai usaha pada tahun 2009, Ainur fokus mengolah telur asin sederhana yang awalnya hanya dijual di pasar lokal.

Melalui inovasinya itu, ia menciptakan berbagai produk olahan telur asin bernilai tinggi seperti kerupuk, makaroni, abon, dan sambal berbahan dasar telur asin.

Produk-produknya dirancang sesuai selera lokal, dengan tingkat keasinan yang lebih lembut dibandingkan produk telur asin dari daerah lain.

Baca Juga: Jessica Iskandar Lahiran Anak Ke-3 Secara Normal, Vincent Verhaag Suaminya Ungkap Kondisi Jessica Yang Sempat Alami Pendarahan

Telur Asin produk usaha Ainur Rahmatin (Istimewa )

Kini, Ainur telah memberdayakan sekitar 20 perempuan di desanya, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerahnya.

“Dulu ibu-ibu di sini sebagian besar hanya mengandalkan penghasilan suami yang mayoritas bekerja sebagai petani atau pekerja tambak. Dengan bergabung dalam usaha ini, kini mereka memiliki penghasilan sendiri yang membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Ainur Rahmatin.

Dalam perjalanannya, Ainur mengalami peningkatan produksi yang signifikan. Dari yang awalnya hanya mampu memproduksi 20 butir telur asin per minggu, pada tahun 2019 usahanya mampu menghasilkan hingga 5.000 butir per minggu.

Baca Juga: Usai Insiden Darurat Militer, Menteri Pertahanan Korea Selatan Kini Mengundurkan Diri

Peningkatan ini tidak lepas dari kerja keras Ainur dalam meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran produknya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X