INSIBERNEWS - Kementerian Pertanian (Kementan) memutuskan untuk menghentikan sementara impor daging domba di Indonesia, seiring dengan tingginya pasokan daging dalam negeri.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi peternak lokal dari potensi dampak negatif persaingan yang tidak sehat dengan produk impor.
Baca Juga: Microsoft Tanam Investasi Rp27,6 Triliun di Indonesia, Fokus pada Pengembangan Kecerdasan Buatan
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
"Kami menghentikan sementara pengeluaran rekomendasi impor daging domba untuk menjaga agar harga daging domba impor tidak menekan peternak lokal. Ini adalah bentuk perlindungan terhadap usaha mereka agar tetap berkembang," ujar Amran dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (2/12/2024).
Baca Juga: Anggaran Rp2,3 Triliun, Jakarta Siap Wujudkan Program Sekolah Gratis
Keputusan ini juga dipicu oleh hasil audiensi yang digelar antara Kementan dan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) pada 18 November lalu.
Selain audiensi, Kementan juga memperkuat langkah ini dengan mengadakan rembuk nasional di Boyolali pada 24 November dan inspeksi mendadak ke 13 gudang importir daging untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang ada.
Baca Juga: Rudy Salim Ungkap Dirinya Pernah Rugi Sampai Rp70 M Saat Bisnis Bareng Raffi Ahmad
Dalam pertemuan tersebut, Amran mewajibkan importir untuk menandatangani surat pernyataan yang mencakup tiga poin utama: melaporkan impor dan stok secara berkala, melarang distribusi daging impor ke sektor UMKM, dan memastikan impor sesuai dengan rekomendasi yang tidak merugikan pasar lokal.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Tak Ada Impor Beras 2025: Cadangan Nasional Aman
"Keberlanjutan usaha peternakan rakyat adalah prioritas kami. Kebijakan ini kami buat untuk melindungi peternak lokal yang menjadi tulang punggung industri peternakan nasional," jelas Amran.
Dengan adanya langkah ini, diharapkan usaha peternakan lokal dapat terus berkembang tanpa tertekan oleh produk impor yang berlebihan.
Baca Juga: Lebih Dari 100 Negara Gagal Sepakati Pembatasan Penggunaan Plastik
Artikel Terkait
Hanya Rp10 Ribu per Porsi, Cak Imin Sebut Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Bisa Bertambah Tiap tahun dan Ajak Ibu-ibu Ikut Berpartisipasi
Timnas Indonesia Tuai Sorotan Media Vietnam Jelang AFF 2024, Sebut Shin Tae Yong Khawatir dengan Pemain Garuda Muda
Pamer Buku Nikah, Huang Zitao dan Xu Yiyang Resmi Menjadi Pasangan Suami Istri
Sebut Pendukung Pratiwi Noviyanthi Mayoritas, Alvin Lim Bilang Mendukung Agus Adalah Kebenaran, Mayoritas Tidak Pernah Bisa Melawan Hukum
Lebih Dari 100 Negara Gagal Sepakati Pembatasan Penggunaan Plastik
BYD Didesak Segera Bangun Pabrik di Indonesia, Pemerintah Minta Fokus Ekspor
Prabowo Tegaskan Tak Ada Impor Beras 2025: Cadangan Nasional Aman
Rudy Salim Ungkap Dirinya Pernah Rugi Sampai Rp70 M Saat Bisnis Bareng Raffi Ahmad
Anggaran Rp2,3 Triliun, Jakarta Siap Wujudkan Program Sekolah Gratis
Microsoft Tanam Investasi Rp27,6 Triliun di Indonesia, Fokus pada Pengembangan Kecerdasan Buatan