Dalam dunia politik, loyalitas terhadap partai adalah hal yang sangat dihargai.
Kemudian, mendukung calon dari partai lain dapat dipandang sebagai bentuk pengkhianatan terhadap visi dan misi yang telah disepakati bersama.
Baca Juga: Farhat Abbas Sebut Denny Sumargo Jangan Ngaku-ngaku Anak Yusuk Hamka Kalau Masih Sombong Padanya
Selain itu, dukungan kepada calon dari partai lawan dapat merugikan strategi pemenangan yang telah dirancang oleh partai.
Keputusan pemecatan ini juga mencerminkan betapa pentingnya kedisiplinan internal dalam menjaga stabilitas partai.
Terutama pada saat Pilkada serentak 2024 yang penuh dinamika politik terjadi.***
Artikel Terkait
PKS Pecah! Terdeteksi Tidak Solid Dalam Pilkada Jakarta Sehingga Unggulkan Pramono-Rano
Pramono Anung dan Rano Karno Klaim Menang Pilkada Jakarta Satu Putaran, Benarkah?
Kalah dari Pramono Rano, Tim Pemenangan RIDO Anggap Ada Kecurangan di Pilkada Jakarta
Tim Pemenangan RIDO Duga Ada Kecurangan dalam Pilkada Jakarta, Netizen Justru Ungkap Bantuan Sembako dari RIDO
Golput di Pilkada Jakarta 2024 Jadi yang Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 40 Persen