“Kami berharap proses penegakan hukum tetap dikawal oleh masyarakat sipil. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Kami tidak ingin ada impunitas,” ujar Safali, seraya menegaskan pentingnya pengawasan dari lembaga-lembaga negara seperti LPSK, Ombudsman, Kompolnas, dan Kementerian HAM, untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban.
Safali juga menegaskan bahwa pihak keluarga dan saksi-saksi harus mendapat perlindungan hukum, serta adanya restitusi atau ganti rugi atas kejadian yang menimpa korban.
Ia menambahkan bahwa ancaman dan intimidasi terhadap pihak yang ingin berbicara dengan jujur harus dihentikan.
Meluruskan Fakta yang Terpeleset
Selain itu, LBH Semarang juga mengungkapkan adanya skema yang menurut mereka tidak sesuai dengan fakta yang ada. Berdasarkan informasi yang mereka peroleh, termasuk dari pihak sekolah, terdapat upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari kebenaran yang sebenarnya.
"Kami mendengar ada narasi yang dibangun untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi," tambah Safali.
Tuntutan Keadilan yang Terus Bergulir
Aksi solidaritas ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap ketidakadilan yang terjadi di wilayah Jawa Tengah.
Banyak yang merasa bahwa penembakan tersebut merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia dan tidak sesuai dengan prinsip penegakan hukum yang seharusnya dipegang teguh oleh aparat negara.
Para peserta aksi menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga ditemukan keadilan.
Mereka juga meminta kepada pihak berwenang untuk melakukan transparansi penuh dalam penyidikan dan memastikan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kematian Gamma Rizkynata Oktafandy dihukum sesuai dengan perbuatannya.
Baca Juga: Spanyol Terapkan Cuti Iklim Berbayar, Respon Darurat Pasca Banjir Mematikan
Dengan adanya aksi ini, masyarakat berharap dapat memberikan tekanan yang cukup bagi aparat kepolisian untuk bertindak tegas dalam proses hukum, sekaligus mendorong perbaikan sistem penegakan hukum yang lebih berkeadilan.
Artikel Terkait
Ketegangan Memuncak! Israel-Hizbullah Saling Tuding Soal Pelanggaran Gencatan Senjata: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
KPU Karanganyar Gelar PSU di TPS 1 Desa Kwangsan Terkait Kesalahan Penghitungan Suara
Jurnalis Tiongkok Dong Yuyu Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara: Lebih dari 700 Tokoh Dunia Serukan Pembebasan Untuk Dong Yuyu
Lebanon Tetapkan Tanggal Pemilihan Presiden, Berri Beri Waktu Sebulan untuk Konsensus
PM Australia Anthony Albanese Loloskan Undang-Undang Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial, Big Tech Diwajibkan Tanggung Jawab!
Dharma Pongrekun Siapkan Rencana Usai Gagal di Pilgub DKI Jakarta, Pilih Jadi Penjual Kaos
Putin Punya Harapan Besar pada Donald Trump, Sebut Biden Perburuk Keadaan Perang Ukraina
Waspada! Kenali Ciri-Ciri Dini Prostat pada Pria, Harus Tau