Santanina Rasul Senator Muslim Pertama di Filipina, Pelopor Perempuan dan Perdamaian Filipina Meninggal Dunia: Tinggalkan Warisan Sejarah Perubahan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 29 November 2024 | 14:12 WIB
Senator Pertama Wanita Muslim Filipina Santanina Rasul Meninggal Dunia (www.wisemuslimwomen.org)
Senator Pertama Wanita Muslim Filipina Santanina Rasul Meninggal Dunia (www.wisemuslimwomen.org)

Pendidikan dan Pengabdian untuk Masyarakat

Lahir di Siasi, Sulu, pada tahun 1930, Rasul memulai perjalanan hidupnya sebagai seorang pendidik di sekolah-sekolah umum di daerah Siasi dan Jolo pada tahun 1950-an.

Pendidikan selalu menjadi hal yang sangat penting baginya. Pada tahun 1978, ia memperoleh gelar doktor administrasi publik dari Sekolah Tinggi Administrasi Publik dan Tata Kelola Nasional Universitas Filipina, sebuah pencapaian luar biasa untuk seorang wanita, apalagi yang berasal dari komunitas Muslim.

Sebagai anggota Dewan Provinsi Sulu pada tahun 1971 hingga 1976, ia juga aktif berkontribusi pada pengembangan daerahnya. Setelah masa jabatannya di Senat, ia tidak berhenti berkarya.

Rasul melanjutkan misinya untuk memerangi buta huruf melalui Yayasan Magbassa Kita, yang ia dirikan.

Yayasan ini berfokus pada promosi literasi, pemberdayaan perempuan, serta perdamaian dan pembangunan di Filipina, khususnya bagi komunitas Muslim.

 Baca Juga: BBM Murah Bikin Mobil Rusak? Ini Penjelasannya!

Warisan yang Tak Terlupakan

Walau telah meninggalkan dunia ini, warisan Santanina Rasul akan terus hidup. Dari peranannya sebagai legislator yang memperjuangkan hak perempuan hingga kontribusinya dalam proses perdamaian, semuanya menunjukkan dedikasi Rasul untuk menciptakan perubahan positif.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Senat Arnel Bañas menyampaikan duka cita yang mendalam, mengingatkan kita bahwa "Kita milik Tuhan, dan kepada-Nya kita akan kembali."

Dengan berbagai pencapaian yang telah diraihnya, Rasul menjadi simbol keberanian dan ketekunan, terutama bagi perempuan, komunitas Muslim, dan generasi muda Filipina.

Semoga segala perjuangannya terus menginspirasi, dan semangatnya hidup dalam setiap langkah kita menuju perubahan yang lebih baik.

Selamat jalan, Santanina Rasul.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X