Ukraina Tembakkan Rudal Buatan AS ke Rusia, Putin Siap Tanggapi Serangan dengan Nuklir?

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 29 November 2024 | 11:11 WIB
Putin Siap Balas dengan Nuklir setelah Serangan Rudal AS  (foto: Istimewa)
Putin Siap Balas dengan Nuklir setelah Serangan Rudal AS (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Perang Rusia-Ukraina memasuki babak baru yang lebih berbahaya, dengan peningkatan ketegangan yang signifikan pada hari ke-1.000 konflik tersebut.

Pada hari itu, Ukraina meluncurkan serangan rudal jarak jauh pertama kalinya ke wilayah Rusia menggunakan rudal buatan AS, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan perubahan besar dalam kebijakan nuklir negaranya.

Serangan Rudal ATACMS oleh Ukraina

Pada Selasa malam, Ukraina menembakkan enam rudal ATACMS (Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat) buatan Amerika ke fasilitas militer di wilayah perbatasan Bryansk, Rusia.

Serangan ini terjadi setelah Presiden AS Joe Biden memberi izin kepada Kyiv untuk menggunakan rudal tersebut dalam serangan ke wilayah Rusia, sebagai bagian dari upaya Ukraina untuk membalas agresi militer Rusia.

Berdasarkan laporan Moskow, lima dari enam rudal tersebut berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Rusia, namun serpihan rudal yang jatuh menyebabkan kebakaran di sebuah depot senjata.

Beruntung, kebakaran tersebut segera dipadamkan dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Serangan ini menandai eskalasi besar dalam konflik ini, mengingat ini adalah pertama kalinya Ukraina menyerang wilayah Rusia menggunakan senjata buatan AS, yang sebelumnya menjadi bahan pertimbangan kontroversial.

Langkah ini meningkatkan kekhawatiran bahwa perang ini bisa melibatkan lebih banyak negara dan memperburuk ketegangan internasional.

 Baca Juga: Prabowo Bakal Gelar Sidang Kabinet Sore Ini, Bahas Apa?

Perubahan Doktrin Nuklir Rusia

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Putin juga mengambil langkah besar dengan menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir Rusia.

Pada hari yang sama, ia menyetujui revisi terhadap doktrin nuklir Rusia, yang kini mencakup klaim bahwa Rusia berhak menggunakan senjata nuklir sebagai respons terhadap serangan terhadap fasilitas militer Rusia, termasuk yang melibatkan senjata non-nuklir buatan Barat.

Kremlin menyatakan bahwa doktrin yang baru ini bertujuan untuk memperjelas kepada negara-negara yang mendukung serangan terhadap Rusia bahwa balasan nuklir tidak dapat dihindari.

Pihak Kremlin juga menyebutkan bahwa setiap negara non-nuklir yang bersekutu dengan negara nuklir dan terlibat dalam agresi terhadap Rusia akan dianggap sebagai sasaran potensial untuk serangan nuklir.

 Baca Juga: Ketegangan Memuncak! Ukraina Khawatir Rusia Akan Menggunakan Senjata Nuklir

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X