INSIBERNEWS - Ketegangan antara Israel dan Hizbullah semakin memanas dengan serangan balasan besar-besaran yang dilakukan oleh Hizbullah, yang menembakkan roket ke beberapa lokasi di Tel Aviv dan sekitarnya.
Kejadian ini terjadi setelah serangan udara Israel yang menewaskan puluhan orang di Beirut, Lebanon, pada tanggal 23 November 2023. Serangan yang saling berbalasan ini semakin memperburuk situasi yang sudah sangat tegang di Timur Tengah.
Serangan Balasan dari Hizbullah
Pada Minggu, 24/11/2024, Hizbullah melancarkan serangkaian roket besar-besaran ke wilayah Israel. Serangan ini terjadi sebagai balasan terhadap serangan udara Israel yang menghancurkan bagian selatan Beirut dan menewaskan sedikitnya 29 orang.
Hizbullah sendiri mengklaim bahwa mereka menembakkan rudal presisi ke dua lokasi militer di Tel Aviv dan sekitarnya.
Polisi Israel melaporkan beberapa lokasi terkena serangan di daerah Petah Tikvah, di sisi timur Tel Aviv.
Beberapa rumah terbakar, dan warga setempat melaporkan luka ringan akibat ledakan tersebut. Walaupun Israel mengklaim banyak roket yang berhasil dicegat, mereka juga mengonfirmasi adanya kerusakan yang cukup signifikan di beberapa titik.
Baca Juga: Krisdayanti Kembali Fokus Persiapkan Konser Tunggal Setelah Kalah dalam Pilkada Kota Batu
Israel Balas dengan Serangan Udara
Tidak tinggal diam, militer Israel membalas serangan tersebut dengan serangan udara yang semakin intensif.
Israel menargetkan pusat-pusat komando Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, khususnya di daerah Dahiyeh, yang merupakan wilayah yang dikenal sebagai benteng kuat Hizbullah.
Israel juga memperingatkan bahwa serangan mereka bertujuan untuk menghancurkan fasilitas Hizbullah yang "tersembunyi" di antara bangunan sipil di Beirut.
Dalam beberapa laporan yang diterima dari sumber keamanan Lebanon, dua blok apartemen dihancurkan sebagai bagian dari serangan ini.
Baca Juga: Pilkada Bekasi 2024: Dua Pasangan Calon Klaim Kemenangan dengan Selisih Tipis, Hanya 1 Persen
Dampak dari Ketegangan yang Terus Berkembang
Perang yang semakin memanas antara Israel dan Hizbullah tidak hanya mempengaruhi kedua belah pihak, tetapi juga menambah ketidakpastian di seluruh kawasan Timur Tengah.
Kehadiran Hizbullah di Lebanon, yang didukung oleh Iran, menambah dimensi lain dalam ketegangan regional, dengan banyaknya kelompok teroris dan militan yang terlibat.
Artikel Terkait
Firli Bahuri Absen Lagi dari Panggilan Polisi Terkait Kasus Gratifikasi SYL
Israel Setujui Gencatan Senjata dengan Hizbullah: Langkah Cerdas atau Hanya Sementara? Netanyahu Paparkan Alasan Strategis!
Pilkada Pandeglang 2024 Berjalan Lancar, Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten Dijadwalkan 12 Desember
Biden dan Jill Biden Mengonfirmasi Kehadiran di Pelantikan Trump: Apakah Ini Bukti Komitmen Demokrasi di Tengah Transisi Berat?
ADOR Mendesak Belift Lab Minta Maaf Terbuka kepada Hanni NewJeans atas Insiden di Koridor
PKS Terima Kekalahan di Pilkada Depok, Sebut Kekuasaan Memang Tidak Abadi
Trump Sebut Filipina dan 9 Negara Muslim Lainnya Sebagai 'Negara Teroris' Ancaman Terbesar untuk AS! Temukan Alasan di Baliknya!
Pilkada Bekasi 2024: Dua Pasangan Calon Klaim Kemenangan dengan Selisih Tipis, Hanya 1 Persen
Krisdayanti Kembali Fokus Persiapkan Konser Tunggal Setelah Kalah dalam Pilkada Kota Batu