Ketegangan di APEC: Taiwan dan Xi Jinping Hanya Lambaikan Tangan, Tidak Ada Jabat Tangan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 26 November 2024 | 15:53 WIB
Lin Hsin-i, perwakilan Taiwan di forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Lima (foto: Istimewa)
Lin Hsin-i, perwakilan Taiwan di forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Lima (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS – Sabtu, 16/11/2024, di tengah pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Lima, Peru, sebuah momen penuh makna terjadi antara Lin Hsin-i, perwakilan Taiwan, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Meski berada di ruang yang sama, interaksi antara keduanya hanya sebatas lambaian tangan tanpa jabat tangan atau percakapan lebih lanjut.

Ini menjadi simbolis dari ketegangan yang terus berlanjut antara Taiwan dan Beijing, yang semakin memanas dengan setiap pertemuan internasional.

Taiwan di APEC: Terlibat, Tapi Terpisah

Forum APEC adalah salah satu dari sedikit kesempatan di mana Taiwan dan Tiongkok dapat berinteraksi secara langsung di tingkat internasional.

Namun, keterlibatan Taiwan selalu dibatasi. Taiwan hadir di forum ini dengan nama "Tiongkok Taipei," sebuah kompromi yang diterima agar mereka dapat ikut serta tanpa secara langsung menantang klaim kedaulatan Tiongkok atas pulau tersebut.

Tidak seperti beberapa negara yang mengirimkan pemimpin mereka untuk menghadiri puncak APEC, Taiwan memilih untuk mengirimkan Lin Hsin-i, seorang eksekutif senior dan mantan menteri ekonomi.

Sementara itu, Tiongkok tetap menuntut agar Taiwan tidak mengirimkan presidennya, karena mereka menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayah mereka yang tidak berhak menjalin hubungan antarnegara.

 Baca Juga: Peretasan Canggih China Terungkap: Pejabat Gedung Putih Bertemu Eksekutif Telekomunikasi, Ada Apa?

Salam dari Jauh, Tanpa Dialog

Selama pertemuan, Lin Hsin-i mengungkapkan bahwa meskipun ia melihat Xi Jinping di ruangan yang sama, interaksi mereka hanya terbatas pada sebuah isyarat salam dari jauh—sebuah lambaian tangan.

Tidak ada jabat tangan atau percakapan. Lin menegaskan bahwa meskipun ada komunikasi bilateral dengan banyak anggota APEC lainnya, dengan Xi, hanya ada gestur saling menyapa tanpa detail lebih lanjut.

"Kami hanya melambaikan tangan dari seberang ruangan, tidak ada percakapan atau jabat tangan," kata Lin dalam konferensi pers.

Hal ini jelas menunjukkan betapa terpisahnya dua pihak ini dalam konteks diplomatik. Interaksi ini sangat kontras dengan pertemuan Lin dengan Presiden AS Joe Biden pada hari sebelumnya, yang disebut-sebut sebagai dialog yang penuh semangat dan berbobot.

 Baca Juga: Terbang Lewat Selat Taiwan: Pesawat Patroli AS Mengguncang Tiongkok Lagi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Mengapa Ketegangan Ini Terus Berlanjut?

Situasi ini mencerminkan ketegangan yang mendalam antara Taiwan dan Tiongkok yang terus berkembang, terutama dalam beberapa tahun terakhir.

Beijing menekankan bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok, sementara pemerintah Taiwan yang dipilih secara demokratis terus menolak klaim tersebut dan memperjuangkan kedaulatan mereka.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X