Hamas Tegaskan Tidak Akan Ada Pembebasan Sandera Israel Hingga Perang Gaza Berakhir

Photo Author
- Sabtu, 23 November 2024 | 12:47 WIB
Hamas Tegaskan Tidak Akan Ada Pembebasan Sandera Israel Hingga Perang Gaza Berakhir (Photo : AP Photo/Khalil Hamra)
Hamas Tegaskan Tidak Akan Ada Pembebasan Sandera Israel Hingga Perang Gaza Berakhir (Photo : AP Photo/Khalil Hamra)

INSIBERNEWS - Hamas menegaskan tidak akan ada pembebasan sandera Israel atau pertukaran tahanan selama perang di Jalur Gaza masih berlangsung.

Pernyataan ini disampaikan oleh pemimpin Hamas, Khalil Al Hayya, setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan hadiah 5 juta dolar AS (sekitar Rp80 miliar) untuk setiap sandera yang dibebaskan.

Baca Juga: Elon Musk Sindir Undang-Undang Australia yang Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial

Menurut Hayya, pembebasan sandera tanpa penghentian serangan Israel ke Gaza tidaklah bermakna.

"Tidak ada gunanya membebaskan sandera jika Israel tidak menghentikan serangannya," kata Hayya dalam wawancara yang ditayangkan di stasiun televisi Al Aqsa.

Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk melepaskan sandera ketika perang masih berlangsung, baik bagi pihak yang terlibat dalam pertempuran maupun bagi pihak yang memegang sandera.

Baca Juga: Setelah Dari Inggris, Prabowo Lanjutkan Kunjungan Kerja ke Abu Dhabi Usai Serangkaian Pertemuan di Eropa

Hayya juga mengkritik Netanyahu terkait kegagalannya dalam mewujudkan gencatan senjata. Ia menyebutkan bahwa upaya negosiasi seringkali gagal karena sikap Netanyahu yang menghalangi kesepakatan gencatan senjata.

"Netanyahu adalah orang yang merusak proses perdamaian ini," ujarnya, mengacu pada berbagai upaya yang dilakukan untuk menghentikan pertempuran yang sudah berlangsung lama.

Baca Juga: Waspada! WHO Masih Pertahankan Status Darurat Global untuk Mpox, Meningkatnya Kasus Memicu Kewaspadaan Tinggi

Dalam kesempatan tersebut, Hayya menegaskan bahwa meskipun mereka terus berusaha untuk memperbarui dialog dengan mediator internasional, langkah pertama yang harus diambil adalah Israel menghentikan agresinya.

"Kami siap melanjutkan upaya tersebut, tetapi lebih penting untuk melihat keseriusan Israel dalam mengakhiri kekerasan," tambahnya.

Baca Juga: Ahok Hadiri Kampanye Akbar Pramono Anung dan Rano Karno Gelar di GBK

Kontak antara Hamas dan berbagai pihak internasional, termasuk negara-negara mediator, terus berlangsung dengan harapan bisa membuka jalan untuk perundingan yang lebih konstruktif.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X