INSIBERNEWS - Kenaikan PPN menjadi 12 persen yang sudah dideklarasikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ternyata sempat akan ditunda.
Rencana penundaan kenaikkan PPN tersebut disampaikan oleh Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda Prabowo-Gibran yaitu Anggawira.
Hal ini disampaikan sebelum Presiden Prabowo dilantik menjadi Presiden RI.
Baca Juga: Diam-diam Menikah Pada 4 Juli Lalu, Nissa Sabyan dan Ayus Kini Resmi Berstatus Suami Istri!
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (21/11/2024), Anggawira menyampaikan bahwa pihaknya menghawatirkan meningkatnya jumlah pengangguran jika PPN dinaikkan.
“Kalau dipaksakan PPN 12 persen, saya khawatir orang setengah menganggur makin banyak,” ujar Anggawira.
“Ujung-ujungnya kan orang beli barangnya makin dikit, konsumsi makin sedikit. Ujung-ujungnya PPN-nya juga akan tergantung,” lanjutnya.
Baca Juga: Pizza Hut Indonesia Tutup 20 Gerai, Laba Perusahaan Tergerus
Namun demikian ternyata kenaikan PPN tetap akan dilaksanakan mulai 1 Januari 2025.
Keputusan untuk menaikkan PPN disampaikan oleh Sri Mulyani pada rapat bersama DPR pada Rabu (13/11).
PPN di Indonesia yang semula adalah 11% akan naik 1% yaitu menjadi 12% mulai tahun depan.
Baca Juga: Bitcoin Cetak Rekor Baru, Diprediksi Akan Tembus 0.000 Sebelum Akhir Tahun
Kenaikkan PPN ini membuat masyarakay Indonesia merasa keberatan mengingat kondisi ekonomi saat ini.
Artikel Terkait
Waduh! Kenaikan PPN Berpotensi Menurunkan Daya Beli Masyarakat, Kok Bisa?
Setelah Alami Kenaikan Maka PPN Indonesia Paling Tinggi Dibandingkan Negara Lain di ASEAN
Sejumlah Pihak Desak Penundaan Kenaikan PPN 12 Persen, Siapa Saja?
PPN Singapura Naik 9 Persen, Pemerintah Fokus Pada Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat
Kenaikan PPN Jadi 12 Persen, Harga Beras Terancam Ikut Naik