Truk dengan beban berlebihan atau ukuran melebihi kapasitas standar dapat mengganggu kestabilan kendaraan.
Tidak hanya itu, truk ini juga memperpanjang jarak pengereman, serta meningkatkan risiko terguling atau terbalik, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi atau di jalan menanjak.
Beban yang melebihi kapasitas juga dapat merusak sistem suspensi truk, mengurangi kemampuan pengemudi untuk mengendalikan kendaraan, dan bahkan merusak infrastruktur jalan seperti jembatan atau jalan raya.
Selain itu, truk ODOL sering kali membutuhkan ruang lebih saat bermanuver, yang dapat membahayakan kendaraan lain di sekitarnya.
Baca Juga: Gading Ajak Medina Liburan Bareng Gisel dan Gempi, Begini Soal Restu Roy Marten
Kecelakaan beruntun sering terjadi ketika truk yang tidak terkontrol menabrak kendaraan lain atau menyebabkan kendaraan lain terpaksa mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan.
Kejadian ini dapat melibatkan beberapa kendaraan dalam waktu singkat, menciptakan kondisi yang sangat berbahaya bagi pengemudi dan penumpang.***
Artikel Terkait
Kaki Terjepit Muatan Truk, Berikut Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92
Kapolres Purwakarta Evakuasi Puluhan Korban Tabrakan Beruntun Tol Cipularang KM 92
21 Alami Luka Ringan, 7 Luka berat, Jasa Raharja Jamin Asuransi Korban Laka tol Cipularang KM 92
Korban Capai 30 Orang, Begini Cerita Keluarga Korban Selamat Kecelakaan Tol Cipularang, Sempat Video Call Saat Kejadian!
Pemerintah Dinilai Tak Beri Solusi Mengenai Kecelakaan Truk ODOL di Tol Cipularang