Kebergantungan pada atlet naturalisasi dapat mengindikasikan bahwa pelatih tidak mampu menggali potensi maksimal dari atlet lokal yang ada.
Padahal, pelatih yang kompeten seharusnya bisa mengembangkan kemampuan atlet dari usia dini hingga level profesional, dengan pendekatan yang tepat dalam teknik, strategi, dan motivasi.
Baca Juga: Unik! Bandara Mumbai Sediakan 9 Anjing untuk Terapi Bagi Para Penumpang Agar Tidak Stres
Jika pelatih hanya mengandalkan atlet asing, ini bisa memunculkan anggapan bahwa kualitas pelatih lokal masih diragukan.
Selain itu, naturalisasi atlet sering kali dianggap sebagai cara instan untuk meningkatkan kualitas tim, tanpa melihat pentingnya pembinaan jangka panjang.
Hal ini mengurangi fokus pada sistem pendidikan olahraga di dalam negeri yang seharusnya bisa menghasilkan atlet berbakat secara berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Komisi III DPR RI Setujui Naturalisasi Dua Pemain Sepak Bola Belanda
Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Resmi Jadi WNI dan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pemain Naturalisasi Baru Timnas Indonesia, Intip Peran Mess Hilgers dan Eliano Reijnders di Skuad Garuda
Ibu Mees Hilgers Berasal dari Mana? Pemain Naturalisasi yang 'Gemparkan' Sepak Bola Indonesia
Anggota DPR Kritik Soal Naturalisasi, Anita Jacoba : Kita Tidak Miskin Atlet!