Corelab BRI Journalism 360, Ajak Mahasiswa Bincang Bisnis Era Digital di Kampus FISIP UNDIP Semarang

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 28 Oktober 2024 | 21:39 WIB
BRI Journalism UNDIP  (Handy Dannu Wijaya)
BRI Journalism UNDIP (Handy Dannu Wijaya)

Lebih lanjut, Sulis mengungkap adanya program contentpreneur bagi individu yang memiliki bakat atau keahlian dalam membuat konten.

Baca Juga: Dengan Fitur QRIS Transfer di BRImo, Transaksi Jadi Makin Mudah dan Aman

Kemudian, bagaimana cara creator content mendapatkan pendapatan yang tinggi?

CEO Promedia itu menerangkan, kolaborasi atau kerja sama yang tepat akan membuat para kreator konten mendapatkan pendapatan yang menguntungkan secara ekonomi.

Sulis juga menyebut, Promedia telah bekerja sama dengan lebih dari 1.000 media dan lebih dari 4.000 orang penulis media online.

Pernyataan itu juga semakin meyakinkan para peserta Corelab di Kampus FISIP UNDIP, bahwa Promedia memiliki ekosistem media online terbesar di Indonesia.

Event Corelab di Kampus FISIP UNDIP ini adalah salah satu kegiatan yang digelar Promedia di Semarang.

Baca Juga: Mau Teras Rumah Instagramable? Tiru 5 Desain Eksterior Estetik Minimalis Gaya Modern yang Mengagumkan!

Terdapat satu event menarik lainnya, yakni Mediapreneur Talk di Hotel Aston Semarang, pada Kamis, 24 Oktober 2024.

Terkait penyelenggaraan event itu, CEO Promedia itu menuturkan upayanya untuk mendorong kolaborasi lebih luas antara media-media di daerah dengan perusahaannya.

Sulis menjelaskan jumlah media di Indonesia sangat banyak, namun belum banyak yang secara teknologi cukup mumpuni untuk menjadikan medianya profitable (menghasilkan keuntungan).

"Promedia membuka tangan untuk bekerja sama dengan media-media di daerah. Tidak hanya media online, tapi juga radio dan televisi lokal," tutup CEO Promedia.

Baca Juga: Garuda Muda Terbang Tinggi! Timnas Indonesia U-17 Raih Posisi Ketiga Runner Up Terbaik di Kualifikasi Piala Asia U-17 2025!

Selain pemaparan terkait media daring, seminar dilanjutkan oleh Business Development Specialist, Handy Dannu Wijaya yang memaparkan terkait perkembangan media sosial yang mengubah gaya pembawaan informasi.

"Sosial media itu seperti ilmu hitam, membuat orang percaya dan takut akan hal-hal yang sebetulnya belum terjadi. Selain itu, media sosial juga mengubah cara penyampaian informasi yang lebih singkat, ringan, bahkan lebih mudah sampai ke pembaca", ungkapnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X