Prabowo Lakukan Pemutihan Utang Untuk Nelayan dan Petani

Photo Author
- Kamis, 24 Oktober 2024 | 14:17 WIB
Prabowo Lakukan Pemutihan Utang Untuk Nelayan dan Petani (Photo : AFP)
Prabowo Lakukan Pemutihan Utang Untuk Nelayan dan Petani (Photo : AFP)

INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto siap mengambil langkah besar untuk meringankan beban nelayan dan petani di Indonesia.

Dalam waktu dekat, beliau berencana untuk menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) yang akan memudarkan utang-utang mereka yang tertunggak di perbankan.

Baca Juga: Dukung Mobilitas Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Bungursari Sambang Komunitas Linmas

Inisiatif ini bertujuan agar para petani dan nelayan tidak terpaksa beralih ke rentenir atau pinjaman online yang sering kali merugikan.

Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo, mengungkapkan bahwa proses penyusunan Perpres tersebut sedang dalam tahap akhir.

Baca Juga: Israel Diduga Masuki Pangkalan PBB dan Gunakan Fosfor Putih di Lebanon

“Mungkin minggu depan, Pak Prabowo akan menandatangani Perpres pemutihan. Semua sedang disiapkan oleh Menteri Hukum,” jelas Hashim saat acara di Menara Kadin, Jakarta pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Hashim mencatat bahwa sekitar 6 hingga 9 juta petani dan nelayan di Indonesia saat ini terjerat utang, banyak di antaranya merupakan utang yang berakar sejak krisis moneter tahun 1998.

Baca Juga: Perang Israel dan Hizbullah Berlanjut, Kematian di Lebanon Mencapai 1.552

Akibat situasi ini, banyak dari mereka yang terpaksa mencari pinjaman dari sumber-sumber yang tidak resmi, seperti rentenir, karena tidak dapat mengakses layanan perbankan akibat catatan utang yang buruk.

“Banyak dari mereka yang tidak bisa meminjam lagi dari bank karena masalah tagihan lama yang belum diselesaikan. Setiap kali mereka mencoba mengajukan pinjaman, permohonan mereka selalu ditolak karena catatan di SLIK,” tambah Hashim.

Baca Juga: AS Ungkap 3.000 Tentara Korea Utara Dikerahkan Ke Rusia Untuk Latihan Militer

Hal ini membuat mereka terpaksa beralih ke pinjaman online yang sering kali membawa risiko lebih besar.

Dengan adanya Perpres yang akan datang, Hashim berharap para petani dan nelayan dapat mendapatkan kesempatan kedua.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X