INSIBERNEWS - Militer Israel dilaporkan telah secara paksa memasuki pangkalan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), menggunakan fosfor putih dalam jarak dekat yang mengakibatkan luka pada 15 anggota pasukan penjaga perdamaian.
Laporan ini pertama kali diungkap oleh Financial Times pada Selasa, 22 Oktober 2024, berdasarkan dokumen rahasia dari negara-negara yang berkontribusi dalam misi UNIFIL.
Baca Juga: Perang Israel dan Hizbullah Berlanjut, Kematian di Lebanon Mencapai 1.552
Insiden tersebut terjadi pada 13 Oktober, ketika dua tank Merkava Israel menerobos masuk ke dalam salah satu pangkalan UNIFIL.
Setelah berada di dalam selama sekitar 45 menit, tank-tank tersebut keluar menyusul keluhan dari pihak UNIFIL.
Namun, setelah tank meninggalkan lokasi, sejumlah tembakan dilaporkan ditembakkan dalam jarak 100 meter dari pangkalan, dengan asap yang diduga berasal dari fosfor putih, yang menyebabkan cedera pada anggota pasukan penjaga perdamaian.
Baca Juga: AS Ungkap 3.000 Tentara Korea Utara Dikerahkan Ke Rusia Untuk Latihan Militer
Militer Israel mengklaim bahwa tank-tank tersebut hanya berusaha mengevakuasi tentara yang terluka, dan menyatakan bahwa mereka melepaskan tabir asap sebagai perlindungan.
Namun, laporan dari UNIFIL menyatakan bahwa tindakan tersebut dapat merusak integritas misi penjaga perdamaian di kawasan yang sudah tegang ini.
Baca Juga: Iran dan Arab Saudi Siapkan Latihan Militer Gabungan di Laut Merah
Sejak invasi Israel ke Lebanon pada 1 Oktober, rekaman yang menunjukkan serangan udara yang semakin intensif di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon mengindikasikan penggunaan bom fosfor dan artileri berat oleh Israel.
Fosfor putih, yang merupakan bahan kimia berbahaya, dapat menimbulkan luka bakar serius dan cedera pernapasan bagi mereka yang terpapar.
Baca Juga: Tiga Negara Siap Dukung Pembiayaan Sektor Perumahan di Indonesia
Kekhawatiran tentang penggunaan senjata berbahaya ini mengundang perhatian internasional, dengan banyak pihak menyerukan penyelidikan lebih lanjut mengenai tindakan militer Israel yang dapat melanggar hukum internasional.
Artikel Terkait
Pengusaha Israel Tawarkan USD100 Ribu Untuk Warga Gaza Yang Bebaskan Sandera
Erick Thohir Bertekad Atasi Masalah Distribusi Pupuk untuk Petani
Tiga Negara Siap Dukung Pembiayaan Sektor Perumahan di Indonesia
Kadin Indonesia Perkenalkan Struktur Organisasi Baru di Bawah Anindya Bakrie
Mahkamah Agung Batalkan Vonis Bebas Gregorius Ronald Tannur
Prabowo Ancam Bakal Pecat Pejabat Negara Yang Hambat Rakyat!
Iran dan Arab Saudi Siapkan Latihan Militer Gabungan di Laut Merah
Amien Rais Beri Waktu 3 Bulan Kepada Presiden Prabowo untuk Mengganti Gibran, Ini Alasannya
AS Ungkap 3.000 Tentara Korea Utara Dikerahkan Ke Rusia Untuk Latihan Militer
Perang Israel dan Hizbullah Berlanjut, Kematian di Lebanon Mencapai 1.552