Debat Cawabup Bojonegoro Ricuh, KPU Batalkan Acara karena Pelanggaran Aturan Oleh Calon Bupati Pasangannya Teguh Haryono Yang Ikut Naik ke Panggung!

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 23 Oktober 2024 | 16:46 WIB
Farida mengundang calon bupati pasangannya, Teguh Haryono, untuk naik ke panggung (Yt/KPU BOJONEGORO)
Farida mengundang calon bupati pasangannya, Teguh Haryono, untuk naik ke panggung (Yt/KPU BOJONEGORO)

INSIBERNEWS - Debat perdana Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bojonegoro yang digelar pada Sabtu, 19 Oktober 2024, terpaksa dibatalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro.

Acara yang seharusnya menjadi ajang adu visi-misi antara dua calon ini berakhir ricuh karena salah satu paslon dinilai melanggar aturan debat.

 Baca Juga: Mahfud MD Kritik Penggunaan Kop dan Stempel Kementerian untuk Acara Keluarga Menteri Desa

Kronologi Kericuhan Debat

Kericuhan bermula saat Cawabup nomor urut 1, Farida Hidayati, diberikan waktu untuk menyampaikan visi dan misinya.

Namun, alih-alih memanfaatkan waktu tersebut untuk memaparkan rencana ke depan, Farida mengundang calon bupati pasangannya, Teguh Haryono, untuk naik ke panggung.

Teguh, yang sebenarnya tidak dijadwalkan untuk berbicara dalam sesi tersebut, langsung bergabung dan mulai menyampaikan pidatonya.

Meski moderator berulang kali meminta agar Teguh berhenti berbicara dan tetap berpegang pada aturan debat yang hanya memperbolehkan calon wakil bupati berbicara, Teguh terus melanjutkan pidatonya.

Hal ini memicu ketegangan, terutama di antara pendukung kedua paslon yang hadir di lokasi.

 Baca Juga: Menko Pangan Zulkifli Hasan Andalkan Food Estate Papua, Netizen Pertanyakan Keberhasilan di Kalimantan

Pelanggaran Aturan Debat

Debat ini seharusnya fokus pada adu gagasan antara dua calon wakil bupati, yaitu Farida Hidayati dan Nurul Azizah, yang merupakan cawabup nomor urut 2.

Aturan debat jelas mengatur bahwa hanya cawabup yang diperbolehkan untuk berbicara selama sesi ini, sementara calon bupati tidak boleh terlibat.

Tindakan Farida dan Teguh ini dianggap sebagai pelanggaran berat, yang mengakibatkan ketegangan dan memaksa KPU untuk membatalkan debat tersebut.

Meski moderator telah mencoba menengahi situasi, ketidakpatuhan terhadap aturan akhirnya membuat acara tidak dapat dilanjutkan.

 Baca Juga: Bule Rusia Nekat Rampas Taksi Online di Gianyar, Diamuk Massa hingga Ditelanjangi

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X