Sehingga sebenarnya ada dilema dalam diri Prabowo ketika ingin membangun pemerintahan yang kuat namun diperlukan kabinet gemuk untuk bisa merangkul semua kelompok.
“Menarik karena ada diksi terpaksa. Terpaksa itu menunjukkan Pak Prabowo posisinya dilematis, dilema,” ujar Najwa Shihab.
“Maksudnya tahu ada resiko kabinet besar itu bisa tidak efektif, bisa tidak lincah dan sebagainya. Tapi di satu sisi tadi bilang harus merangkul semua, kita negara besar,” lanjutnya.
Selain itu, ada kelemahan lain yang akan dihadapi yaitu pemborosan anggaran. Setiap kementerian baru membutuhkan alokasi dana untuk operasional, gaji pegawai, dan infrastruktur.
Maka anggaran yang dialokasikan dapat mengurangi dana yang seharusnya digunakan untuk program-program penting lainnya, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Ini berpotensi mengakibatkan pemborosan sumber daya yang seharusnya dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***
Artikel Terkait
Kabinet Prabowo Sedang Dibuat, Ini 11 Perempuan yang Bakal Masuk: Ada Veronica Tan
Berapa Harta Kekayaan Zita Anjani? Simak Rincian Wamen Pariwisata di Kabinet Prabowo
Warga Dihimbau Pakai Kendaraan Umum Jika Hadiri Acara Pelantikan Prabowo - Gibran
Wow! Negara Sediakan 60 Mobil Mercy S Class untuk Tamu VVIP di Pelantikan Prabowo Gibran
Pemerintahan Prabowo Gibran Akan Bentuk Kabinet Gemuk, Berapa Jumlah Kementerian di Negara Lain?