INSIBERNEWS - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan akan ada badai PHK di tahun 2025.
Perkiraan badai PHK yang akan ini bukannya tanpa sebab, tetapi ada alasan tertentu yang cukup kuat.
Diketahui bahwa hingga Juli 2024, sudah ada 42 ribu pekerja yang terkena PHK. Angka ini berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Sebagian besar PHK yang terjadi di tahun 2024 berasal dari nsudtri tekstil, garmen, dan alas kaki dengan jumlah 23.356 orang.
Terdapat 5 daerah yang paling tinggi terdampak PHK yaitu Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sulawesi Tengah.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (15/102024), Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo, Sutrisno Iwantono menyampaikan karena kondisi ekonomi yang sedang terjadi di Indonesia.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik tentang Mobil Volkswagen yang Wajib Kamu Tahu, Meski Sudah Hengkang dari Indonesia!
Tidak hanya akan ada peningkatan angka PHK saja tetapi juga ada penyerapan tenaga kerja yang kurang baik.
“Kemudian tentang PHK ini kan diperkirakan akan terus meningkat, tahun ini dan tahun depan,” ungkap Sutrisno Iwantono.
“Kalau angka yang pasti saya tidak punya ya, tetapi yang jelas gelombang PHK atau paling tidak penyerapan tenaga kerja itu tidak akan bagus karena kondisi ekonomi,” lanjutnya.
Baca Juga: Perdana Menteri Israel Desak Sekjen PBB untuk Menarik Pasukan Perdamaian UNIFIL
Hal ini terjadi karena adanya deflasi atau penurunan harga barang. Ketika harga menurun, pendapatan perusahaan juga cenderung berkurang, yang dapat memicu penurunan permintaan.
Artikel Terkait
Industri Tekstil Terpuruk PHK Ribuan Karyawan, Hingga Jokowi Gercep Ratas Bersama Menteri, Ternyata Ini Penyebabnya!
Gawat! Kemnaker Umumkan Jumlah PHK Meningkat Capai 46 Ribu Pekerja
General Motors Bakal PHK 1.700 Pekerjanya Mulai November 2024
Produsen Cat Dulux PHK Sebanyak 2.000 Karyawan
Deflasi di Indonesia Sudah 5 Bulan, Akankah Krisis Moneter 1998 Akan Terulang?