INSIBERNEWS - Salah satu tugas dari pasukan perdamaian di Lebanon adalah untuk melakukan patroli di kawasan Blue Line.
Blue Line merupakan garis demarkasi antara Israel dan Selatan Lebanon. Namun saat ini Israel meminta PBB untuk menarik pasukannya 5 km dari Blue Line.
Tidak hanya itu saja, Israel juga menyerang markas pasukan perdamaian di Lebanon menggunakan 2 unit tank.
Baca Juga: 13 Kontrakan Terbakar di Kota Bandung, 13 Mobil Pemadam Diterjunkan
Israel tidak hanya membobol pintu masuk markas pasukan perdamaian Lebanon saja tetapi meluncurkan sejumlah serangan tembakan yang mengeluarkan asap dari 100 ke utara.
Akibat serangan tersebut, 15 anggota kamp dilaporkan mengalami iritasi kulit dan reaksi gastrointestinal.
Menanggapi serangan Israel kepada pos PBB di Lebanon, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras.
Antonio Guterres menilai serangan yang dilakukan Israel merupakan pelanggaran hukum internasional.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (1510/2024), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Sekjen PBB untuk menarik pasukan perdamaian UNIFIL sampai 5 km dari Blue Line.
“Penolakan anda untuk mengevakuasi tentara UNIFIL menjadikan mereka sandera Hizbullah. Ini membahayakan mereka dan nyawa tentara kami,” ujar Benjamin Netanyahu.
Baca Juga: Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Resmi Jadi Orang Tua, Intip Arti Nama Buah Hati Mereka
Ternyata serangan Israel ke markas pasukan perdamaian UNIFIL bukan pertama kalinya.
Artikel Terkait
Tanggapi Serangan Israel yang Akibatkan 2 TNI terluka, PBB : Kami Bersama Rakyat Indonesia
Satu Tahun Sejak Serangan Hamas ke Israel, Gencatan Senjata Penuh Masih Belum Jelas Kepastiannya
Warga Israel Berbondong-bondong Emigrasi, Hindari Konflik Dengan Gaza
KEJI! Israel Bakar Hidup-hidup Warga Palestina Di Pengungsian, 4 Orang Tewas
2 Tank Israel Hancurkan Gerbang Markas Pasukan Perdamaian di Lebanon, PBB : Kejahatan Perang!