Perdana Menteri Israel Desak Sekjen PBB untuk Menarik Pasukan Perdamaian UNIFIL

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 15:57 WIB
Tentara Israel bukan pertama kalinya menyerang pasukan perdamaian UNIFIL (Reuters)
Tentara Israel bukan pertama kalinya menyerang pasukan perdamaian UNIFIL (Reuters)

INSIBERNEWS - Salah satu tugas dari pasukan perdamaian di Lebanon adalah untuk melakukan patroli di kawasan Blue Line.

Blue Line merupakan garis demarkasi antara Israel dan Selatan Lebanon. Namun saat ini Israel meminta PBB untuk menarik pasukannya 5 km dari Blue Line.

Tidak hanya itu saja, Israel juga menyerang markas pasukan perdamaian di Lebanon menggunakan 2 unit tank.

Baca Juga: 13 Kontrakan Terbakar di Kota Bandung, 13 Mobil Pemadam Diterjunkan

Israel tidak hanya membobol pintu masuk markas pasukan perdamaian Lebanon saja tetapi meluncurkan sejumlah serangan tembakan yang mengeluarkan asap dari 100 ke utara.

Akibat serangan tersebut, 15 anggota kamp dilaporkan mengalami iritasi kulit dan reaksi gastrointestinal.

Menanggapi serangan Israel kepada pos PBB di Lebanon, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras.

Baca Juga: Meledaknya Speedboat Benny Laos Disebut Tak Biasa, Farhat Abbas: Ini Perlu Diselidiki, Apakah Ada Sabotase Apa Penyebabnya?

Antonio Guterres menilai serangan yang dilakukan Israel merupakan pelanggaran hukum internasional.

Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (1510/2024), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Sekjen PBB untuk menarik pasukan perdamaian UNIFIL sampai 5 km dari Blue Line.

“Penolakan anda untuk mengevakuasi tentara UNIFIL menjadikan mereka sandera Hizbullah. Ini membahayakan mereka dan nyawa tentara kami,” ujar Benjamin Netanyahu.

Baca Juga: Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Resmi Jadi Orang Tua, Intip Arti Nama Buah Hati Mereka

Ternyata serangan Israel ke markas pasukan perdamaian UNIFIL bukan pertama kalinya.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X