INSIBERNEWS - Terdapat ratusan siswa tingkat SMA di Jogja yang ijazahnya ditahan oleh pihak sekolah.
Alasan penahanan ijazah milik para siswa di Jogja tersebut diduga karena siswa belum melunasi biaya pungutan wajib maupun sumbangan ke sekolah.
Menurut Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta, ada setidaknya 260 ijazah yang ditahan pihak sekolah.
Baca Juga: Kapal Bocor dan Tenggelam di Kepulauan Seribu, 29 Penumpang Dievakuasi
Mayoritas merupakan sekolah swasta namun ada juga yang merupakan sekolah negeri.
Ijazah merupakan dokumen penting yang membuktikan kualifikasi pendidikan seseorang.
Tanpa ijazah, calon pekerja tidak dapat memenuhi syarat administratif yang diminta oleh perusahaan, sehingga peluang untuk diterima menjadi sangat kecil.
Baca Juga: Jokowi dan Prabowo Bangun Proyek Food Estate di Merauke, Apa Manfaatnya?
Banyak perusahaan yang menganggap ijazah sebagai indikator kredibilitas dan komitmen individu.
Situasi ini memperburuk kesenjangan sosial, karena mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi lemah mungkin kesulitan untuk melunasi pembayaran, sehingga terjebak dalam siklus kemiskinan.
Tanpa akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang baik, potensi mereka untuk berkembang akan terhambat.
Baca Juga: Komeng Protes Dirinya Ditempatkan di Komite Bidang Pertanian Bukan Seni Budaya
Masalah ini sudah mendapatkan respon dari Kepala Dinas Pendidikan DIY, Didik Wardaya yang mengaku sudah meminta kepada sekolah-sekolah agar tidak menahan ijazah siswa.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan DIY juga berupaya dengan lakukan program Jaminan Kelangsungan Pendidikan (JKP).
Artikel Terkait
Jalan-jalan ke Jogja? Wajib Cobain Kuliner Ini
Efek Gempa Jogja 26 Agustus 2024, Sejumlah Genting di Pasar Prambanan Hancur Berjatuhan
Food Vlogger yang Review Ngawur Rawon Kini Diblacklist FnB Jogja hingga Akunnya Hilang
Dampak dari Penghapusan UN, Siswa Indonesia Sulit Kuliah di Luar Negeri
Ini Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Bahrain di Jogja, Siapakah yang Bakal Menang?