Diduga Cekcok Perihal Perempuan, Pelajar SMA di Tebet Terancam Hilang Ingatan Usai Koma Dianiaya Kakak Kelas

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:30 WIB
Ilustrasi tindak kekerasan (Istimewa)
Ilustrasi tindak kekerasan (Istimewa)

INSIBERNEWS - Seorang siswa SMA di Bukit Duri, Tebet, jadi korban kekerasan dari senior di sekolahnya.

AAP (16), diduga dipukuli kakak kelas hingga jatuh koma dan kini terancam kehilangan ingatan.

Peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Selasa (8/10) itu membuat AAP dirawat di ruang ICU dan masih belum sadarkan diri alias koma.

Baca Juga: Jelang Duel di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Perbandingan Rangking Bahrain vs Timnas Indonesia

Saut Hamonangan selaku kuasa hukum dari AAP mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi kliennya itu.

"Kami baru dari rumah sakit menjenguk AAP walaupun kita tidak diperbolehkan untuk melihat karena AAP posisi tidak sadarkan diri. AAP sudah dilakukan operasi karena batok kepalanya sudah rusak, jadi dokter, (berdasarkan) keterangan dari orangtua, bahwa kemungkinan besar ini bakal bahaya, sangat berat kondisi AAP," ungkap Saut.

Kasus dugaan penganiayaan pelajar yang berujung koma ini diketahui tengah diselidiki oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

Baca Juga: Siap-siap War Tiket! Konser 2ne1 di Jakarta Bertambah Jadi 2 Hari!

"LP sudah kami terima dan sedang dalam proses penanganan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Gogo Galesung dalam keterangannya, Kamis (10/10/2024).

Berdasarkan keterangan Mukti selaku ayah korban, AAP ditarik oleh kakak kelas 11 dan 12 dari area sekolah menuju ke luar pagar sekolah.

Selanjutnya, terjadi pemukulan hingga korban memar dan tak sadarkan diri. Kemudian, salah satu saksi melaporkan hal tersebut ke sekolah.

Baca Juga: Mengenal Siapa itu Brian Armstrong, Miliarder yang Digosipkan Jadi Mantan Suami Raline Shah

Pihak sekolah lalu membawa korban ke RSUD Budhi Asih dan menelepon keluarga, diungkap Mukti jika salah satu pelaku penganiyaan bahkan ikut mengantar korban ke rumah sakit.

"Murid yang membawa ke rumah sakit ada satu orang yang mengaku sebagai pelaku," katanya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X