Viral: Penari Joged Bumbung Bali Dicium Pria Tak Dikenal, Dikecam Sebagai Pelecehan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 25 September 2024 | 17:02 WIB
Viral Video Penari Bali Berkebaya Merah Dicium Orang Tak Dikenal, Pelaku Nyinyir Tanpa Merasa Bersalah (Tangkapan layar Instagram : @jeg.bali)
Viral Video Penari Bali Berkebaya Merah Dicium Orang Tak Dikenal, Pelaku Nyinyir Tanpa Merasa Bersalah (Tangkapan layar Instagram : @jeg.bali)

INSIBERNEWS – Sebuah video yang baru-baru ini viral di media sosial memperlihatkan momen mengejutkan di mana seorang penari Bali yang mengenakan kebaya merah dicium oleh seorang pria tak dikenal saat menampilkan tarian tradisional joged bumbung.

Kejadian tersebut berlangsung saat upacara adat Tigang Sasih dan dengan cepat menuai kecaman keras dari warganet atas tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh pria tersebut.

Dalam video yang beredar, penari tampak terkejut namun tetap melanjutkan penampilannya dengan sikap profesional.

Meski begitu, raut wajah sang penari terlihat berubah menjadi netral setelah insiden tersebut.

Banyak orang di dunia maya menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan, dan simpati pun mengalir untuk penari yang menjadi korban dari perilaku tak terhormat itu.

 Baca Juga: Guru SMPN 1 Kembangbahu, Lamongan Viral Usai Terekam Menampar Siswa karena Dipanggil Nama Tanpa Bu

Kecaman dari Warganet

Reaksi keras datang dari berbagai pihak, terutama warganet yang merasa terganggu dengan perilaku tak sopan terhadap sang penari.

Mereka mengecam tindakan pria tersebut sebagai pelecehan seksual, terlebih lagi karena peristiwa ini terjadi di tengah upacara adat yang sakral.

Komentar pedas dan ungkapan simpati untuk penari terus membanjiri media sosial, menggarisbawahi pentingnya menghormati kebudayaan dan menjaga sopan santun di tengah kegiatan seni tradisional.

 Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan oleh Oknum Guru di Gorontalo, Video Viral Memicu Penyelidikan Polisi

Salah satu pengguna media sosial menulis,

“Ini sangat tidak pantas! Tindakan pelecehan seperti ini harus dihentikan, terutama saat berada di acara adat yang seharusnya penuh dengan rasa hormat.”

Komentar serupa datang dari banyak netizen lainnya yang merasa prihatin dengan peristiwa tersebut.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X