INSIBERNEWS - Belakangan ini populer istilah Raja Jawa, namun sayangnya beredar kabar bahwa ia bersifat kejam.
Mendengar hal tersebut, Mahfud MD merasa tidak terima ketika Raja Jawa dikatakan kejam.
Karena ternyata Mahfud MD sudah menjadi penasihat dari Raja Jawa sejak tahun 2016 hingga saat ini.
Baca Juga: Wanita di Surabaya Jadi Korban Begal Bersenjata Tajam, HP Dirampas Pelaku
Dilansir InsiberNews dari kanal YouTube Mahfud MD Official (13/9/2024), Mahfud MD mengungkapkan bahwa Raja Jawa yang dibicarakan oleh masyarakat selama ini keliru. Karena masyarakat menilai bahwa Raja Jawa ada di dalam dunia politik.
Padahal menurut Mahfud MD, Raja Jawa yang sesungguhnya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono.
Sultan Hamengkubuwono merupakan Raja Jawa secara kultural. Kemudian dengan tegas Mahfud MD mengatakan bahwa tidak ada Raja Jawa di politik.
“Jadi Raja Jawa ada nggak? Ada, secara kultural tapi secara politis nggak ada,” jar Mahfud MD.
Sejak tahun 2016, Mahfud MD telah diangkat menjadi Dewan pertimbangan Sri Sultan Hamengkubuwono ke sepuluh, atau bisa dikatakan sebagai penasehat.
“Saya penasehat sampai hari ini. Saya sejak tahun 2016 saya menjadi penasehat. Lalu tahun 2019 saya jadi Menteri saya datang ke Sultan. Bapak, saya mau berhenti karena saya sudah jadi menteri,” ungkap Mahfud MD.
Baca Juga: 10 Inspirasi Dekorasi Ruang Tamu Outdoor untuk Rumah Asri dan Nyaman
Namun Sultan Hamengkubuwono X tidak mengizinkan Mahfud MD mengundurkan diri sebagai penasehat karena sudah menjabat menjadi menteri.
Artikel Terkait
Mahfud MD Sebut Jokowi dengan Sebutan Mulyono Saat Bandingkan dengan Prabowo, Keceplosan?
KPK Batal Klarifikasi Gratifikasi Kaesang Terkait Dugaan Jet Pribadi, Begini Pernyataan Mahfud MD
Soal Isu Jet Pribadi Kaesang, Mahfud MD: KPK Harus Selidiki
Perilaku Kaesang dan Erina yang Suka Flexing dan Hedon Mendapat Sindiran dari Mahfud MD
Pendapat Mahfud MD Soal Pergerakan Politik Usai Penetapan UU Pilkada, KIM Plus Tumbang?