INSIBERNEWS - Pemerintah saat ini sedang mematangkan rencana untuk memotong gaji pekerja yang kemudian akan dialihkan ke dana pensiun.
Namun rencana kebijakan ini menuai protes terutama untuk kalangan menengah ke bawah.
Karena pada kalangan tersebut dinilai masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi jika gaji pekerja kemudian dipotong untuk dana pensiun.
Baca Juga: Masih Bingung? Simak Tutorial Cara Menggunakan APAR yang Benar
Dana pensiun memainkan peran krusial dalam memastikan perlindungan finansial saat memasuki usia pensiun.
Seiring dengan bertambahnya usia, pendapatan aktif dari pekerjaan biasanya akan berhenti, sementara kebutuhan hidup tetap ada.
Dana pensiun berfungsi sebagai sumber penghasilan yang dapat menopang kebutuhan sehari-hari, sehingga pensiunan tidak perlu bergantung pada keluarga atau bantuan sosial.
Dilansir InsiberNews dari akun Instagram @matanajwa (10/9/2024), Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal menyampaikan bahwa rencana pemerintah kurang tepat.
Jika rencana potong gaji untuk dana pensiun tetap dilaksanakan maka kelas menengah akan turun menjadi kelas calon menengah.
“Timing pada saat kondisi sekarang, nah inilah yang diperhatikan oleh pemerintah. Kalau ini tetap dipaksakan, ini akan kembali mengalami tekanan untuk sejumlah orang tadi yang turun kelas,” ujar Mohammad Faisal.
Baca Juga: 11 WNI Disekap di Myanmar Minta Pertolongan Pemerintah Indonesia, Diduga Korban TPPO
Bagi kelas menengah, gaji yang diperoleh saja dinilai masih kurang untuk kebutuhan sehari-hari.
Artikel Terkait
Band Rock Legendaris Aerosmith Umumkan Pensiun Usai Vokalis Alami Cedera
Megawati Tak Jadi Pensiun! Tanggapi Pihak yang Ingin Rebut PDIP : Aih Gawat!
Gokil! Presiden Jokowi Akan Dapat Tanah Sekitar Rp120 M dari Negara Setelah Pensiun
Negara Beri Tanah Senilai Rp 120 M kepada Jokowi, Ini Deretan Hadiah Pensiun Presiden Terdahulu
Siap-siap! Pemerintah Berencana Potong Gaji Para Pekerja untuk Dana Pensiun