Ketika harga-harga menurun, daya beli uang meningkat, namun hal ini dapat memicu efek negatif seperti penurunan pendapatan dan keuntungan perusahaan.
Konsumen mungkin menunda pembelian dengan harapan harga akan terus turun, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan produksi dan peningkatan pengangguran.
Baca Juga: 'Tunggu Apa Lagi' Lagu Terbaru Nyoman Paul Trending, Ini Liriknya
Deflasi juga sering kali terkait dengan resesi ekonomi, di mana aktivitas ekonomi melambat secara signifikan.
Dalam situasi deflasi, bank sentral biasanya menurunkan suku bunga untuk merangsang pengeluaran dan investasi.
Namun, deflasi yang berkepanjangan dapat mempersulit kebijakan moneter konvensional karena suku bunga mendekati batas bawah nol.
Baca Juga: Alice Guo Masuk Indonesia Secara Legal meski Jadi Buronan Filipina
Selain deflasi, masalah ekonomi lainnya adalah penurunan kelas menengah menjadi kelompok calon kelas menengah.
BPS telah mencatat penurunan kelas menengah ini terjadi sejak pandemi Covid-19.
Pada 2019 kelas menengah masih di angka 57,33%, kemudian turun menjadi 53,83% di tahun 2021.
Pada tahun 2022 kelas menengah menjadi 49,51%, dan turun lagi di tahun 2023 menjadi 48,27%, hingga di tahun 2024 angkanya menjadi 47,85%.***
Artikel Terkait
Jokowi Sebut Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia Punya Arti Mendalam soal Toleransi dan Perbedaan
Presiden Jokowi Marah Sebab Perizinan MotoGP Mandalika Ribet
Presiden Jokowi Perintahkan TNI Buat Angkatan Siber, Gerak Masyarakat di Dunia Digital akan Dibatasi?
Jokowi Pindah IKN Minggu Depan hingga Jelang Akhir Jabatan, Sudahkah Siap?
GEGER, Apel Akbar Pasukan 'Berani Mati' Pembela Jokowi, Rencana Digelar 22 September, Bukan Anggota Kaleng Kaleng!