Fakta-Fakta Gempa Yogyakarta yang Terjadi Tadi Malam, Penyebabnya dari Lempeng Megathrust!

Photo Author
Novia R., Insibernews
- Selasa, 27 Agustus 2024 | 10:21 WIB
Fakta-Fakta Gempa Yogyakarta (Istimewa)
Fakta-Fakta Gempa Yogyakarta (Istimewa)

INSIBERNEWS - Daerah Gunungkidul, Yogyakarta digoncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 pada Senin malam (26 Agustus 2024). BMKG mengatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa Yogyakarta berada di lau selatan Jawa dengan kedalaman gempa ada di 30 km bawa permukaan. 

Terdapat beberapa fakta dari bencana alam gempa bumi Yogyakarta tadi malam, berikut ulasan singkatnya.

Baca Juga: Penasaran! Kenapa UMK di Kota Bekasi Jadi yang Tertinggi di Indonesia?

Gempa Dirasakan di Beberapa Daerah

Gempa bumi yang berpusat di Gunungkidul, Yogyakarta tersebut ternyata berasa hingg daerah Jawa Timur dan Jawa Barat dengan masing-masing getaran yang berbeda-beda.

Wilayah Malang, Nganjuk, hingga Karangkates di Jawa Timur merasakan gempa dalam skala Mercalli II sampai III. Artinya, gempa terasa seperti getaran seakan ada truk berlalu dan benda-benda ringan yang digantung menjadi bergoyang. Trenggalek, Pacitan, hingga Kediri juga merasakan gempa.

Di dalam Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), gempa dirasakan dalam skala III sampai IV. Artinya, getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah, menggetarkan jendela, pintu, dan dinding.

Gempa juga terasa dalam skala II sampai III di Surakarta, Cilacap, Banyumas, Sukoharjo, Klaten, Purwokerto, dan Wonosobo di Jawa Tengah. Di Jawa Barat, gempa terasa sampai Banjarnegara dan Tasikmalaya.

Baca Juga: BRI Liga 1 2024 Pekan Ketiga: Ini Prediksi Line Up Borneo FC vs Bali United, Ada Puhiri hingga Mbarga

Lempeng Megathrust Bergerak

BKMG mengatakan penyebab gempa Yogyakarta tersebut adalah lempeng megathrust bergerak.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,85° LS; 110,17° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km arah Barat Daya Gunungkidul pada kedalaman 42 km," jelas epala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Daryono mengatakan gempa ini termasuk gempa megathrust kecil. Lempeng-lempeng bumi di megathrust daerah Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa bergerak sehingga mengakibatkan gempa.

Baca Juga: Menelusuri Warisan Budaya Suku Madura: Tradisi, Bahasa, dan Kehidupan Sehari-Hari

Ada Gempa Susulan

BMKG mengatakan terdapat 11 gempa susulan yang terjadi di Yogyakarta.

"Hingga pukul 20.45 WIB hasil monitoring BMKG untuk gempa Gunungkidul M 5,5 menunjukkan telah terjadi 11 kali aktivitas gempa bumi susulan," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam akun X miliknya.

Halaman:

Editor: Novia R.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X