Merinding! Hidup Realita di Kampung Kuburan, Ruang Dapurpun Penuh Makam

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 14:18 WIB
Masyarakat kampung kuburan Kemlaten yang terbiasa hidup berdampingan dipenuhi makam (foto: dok-ist)
Masyarakat kampung kuburan Kemlaten yang terbiasa hidup berdampingan dipenuhi makam (foto: dok-ist)

INSIBERNEWS – Area Pemakaman atau kuburan adalah tempat tinggal, kediaman, bersemayam yang yang sudah meninggal dunia, dan kuburan adalah tanah tempat menguburkan mayat. Biasanya tempat tersebut identik dengan kesan menyeramkan atau horor. Salah satu perkampungan di Kota Cirebon warganya hidup berdampingan dengan makam. Merinding! hidup realita di kampung kuburan, ruang dapurpun penuh makam jika hal ini tidak terbiasa.

Kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kemlaten sudah menjadi ruang beraktivitas dan bermain warga Kampung Katiasa RW 09 Kelurahan, Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Rumah-rumah warga di kampung itu berdampingan dengan makam. Bahkan beberapa makam berada persis di depan pintu rumah. Ada juga toko pakan ternak yang dikelilingi makam. Potret bocah bermain di pemakaman pun hal yang lumrah.

Baca Juga: Ngeri! Makam Warga di Banyuwangi Dibongkar Orang Tak Dikenal, Dua Tali Pocong Hilang

Tidak ada horor

Sekadar diketahui, TPU Kemlaten memiliki akses jalan alternatif penghubung antara Jalan Angkasa Raya menuju Kalan Kanggraksan. Sejak dari pagi hari, hingga malam jalan ini selalu ramai. Kesan horor pun sirna. Terlebih lagi, warga sekitar mengaku tak pernah mengalami hal-hal mistis selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan makam.

"Tidak ada (cerita horor). Masyarakat tidak takut, sudah terbiasa. Sudah beradaptasi, kan sejak kecil sudah biasa main di kuburan," kata Adeng Sumarna (51) selaku Ketua RT 01 RW 09 Katiasa ketika ditanya wartawan, Jum’at 09/8/2024

Adeng mengaku sudah tinggal di Kampung Katiasa sejak tahun 1990-an. Adeng sejak masih bocah sering bermain di makam. "Anak-anak yang sekarang juga sama. Ada yang main bola, main handphone dan lainnya. Sudah biasa lah," kata Adeng.

Kendati demikian, lanjut Adeng, masyarakat tetap menjaga dan merawat makam. Adeng pun rutin menyapu pelataran sejumlah makam.

Baca Juga: Karomah Makam Keramat Tajug, Kisah Putra Sultan Ageng Tirtayasa Berjuang Melawan Penjajah

"Saling menghargai. Karena ini kan kompleks pemakaman umum ya. Biar tidak merusak juga. Makam-makam ini kan ada yang punya, sering ada yang ziarah," kata Adeng.

Senada juga disampaikan Ketua RW 09 Katiasa, Ujang Aka. Ujang mengaku tak pernah mendapat laporan adanya cerita atau kejadian mistis di kampungnya. Ujang telah menjabat lima periode menjadi ketua RW di Katiasa.

"Tidak ada cerita horor-horor begitu. Masyarakat di sini sudah terbiasa, sudah beradaptasi. Tidak ada perasaan takut, mungkin pandangan orang yang hidup di luar beda dengan kami," kata Ujang.

"Yang penting tidak merusak. Saling menjaga dan merawat," kata Ujang menambahkan.

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X