INSIBERNEWS - Warga di sebuah desa di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikejutkan oleh penemuan sesosok jenazah manusia yang kondisinya nyaris tinggal kerangka.
Kejadian yang menggegerkan masyarakat setempat ini terungkap pada Minggu (11/10/2026).
Ironisnya, jasad misterius tersebut tergeletak begitu saja di area pekarangan yang jaraknya hanya terpaut sekitar tiga meter dari dinding samping rumah salah seorang penduduk.
Berdasarkan pemeriksaan visual di tempat kejadian perkara, aparat kepolisian menduga kuat bahwa kerangka manusia tersebut merupakan jasad seorang anak perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 10 tahun.
Saat pertama kali ditemukan, kondisi tubuh korban sudah sangat tidak utuh. Meski demikian, korban diketahui masih mengenakan kaus lengan panjang berwarna hijau tosca dengan corak sablon berwarna kuning keunguan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur segera meluncur untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga: Mitra Dapur MBG Teriak Rugi, Agus Sulistriyono: Jangan Jadi Alasan Meloloskan Dapur MBG Bermasalah
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun, membenarkan adanya laporan warga dan langsung menerjunkan tim identifikasi.
Melihat tingkat kerusakan jaringan tubuh korban, aparat menaksir kematian bocah perempuan tersebut sudah berlangsung cukup lama.
"Untuk ciri-ciri menonjol kerangka mayat tersebut sudah berupa kerangka, kemudian masih menggunakan baju lengan panjang. Untuk kerangka tersebut sudah tidak utuh, kemungkinan karena sudah lama, diperkirakan meninggal sekitar 20 hari," ucap AKP Bagus Panuntun saat memberikan keterangan resminya pada Selasa (13/10/2026).
Di balik kondisi jenazah yang sudah rusak, kepolisian menemukan sebuah petunjuk janggal yang memicu kecurigaan adanya tindak kejahatan.
Saat melakukan proses evakuasi sisa-sisa jasad korban, petugas mendapati adanya dua lilitan tali tambang yang mengikat erat di bagian leher kerangka tersebut, sebuah temuan yang mengindikasikan bahwa nyawa korban mungkin melayang secara tak wajar.
Guna memastikan penyebab pasti di balik kematian tragis bocah perempuan ini, pihak kepolisian telah mengevakuasi kerangka tersebut.
Saat ini, tim penyidik masih menunggu hasil autopsi resmi secara menyeluruh dari tim dokter forensik RSUD Sayang Cianjur agar penyebab medis dan waktu kematian korban dapat disimpulkan secara akurat.
Sembari menunggu hasil autopsi keluar, aparat kepolisian terus menyisir informasi dan memperluas pencarian data orang hilang.
AKP Bagus Panuntun mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga di wilayah Kabupaten Cianjur, yang merasa kehilangan anggota keluarga berupa anak perempuan dengan ciri-ciri pakaian tersebut agar segera mendatangi dan melapor ke Polres Cianjur.***
Artikel Terkait
Mitra Dapur MBG Teriak Rugi, Agus Sulistriyono: Jangan Jadi Alasan Meloloskan Dapur MBG Bermasalah
Viral Rekaman Video Call Ruben Onsu, Artos Bantah Dibayar untuk Jatuhkan Nama Baik
Wayan Koster Panggil Pertamina soal BBM Langka di Bali, Pasokan Tambahan Segera Didistribusikan
Tunjangan Mandek Empat Bulan, PB PGRI Lontarkan Enam Ultimatum Keras untuk Pemerintah