Terombang-ambing 4 Jam di Laut Jawa, Begini Kisah Lolos dari Maut demi Panggilan Kerja di KM Virgo

Photo Author
- Senin, 14 September 2026 | 12:32 WIB
Menyoroti kesaksian penumpang yang selamat dari kecelakaan KM Virgo di perairan Laut Jawa. Berikut ini kisahnya. (Instagram.com/@pendakilawas)
Menyoroti kesaksian penumpang yang selamat dari kecelakaan KM Virgo di perairan Laut Jawa. Berikut ini kisahnya. (Instagram.com/@pendakilawas)
INSIBERNEWS - Tragedi karamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa menyisakan kisah pilu sekaligus keajaiban bagi para penumpangnya.
 
Salah satu saksi hidup adalah Rinto Arahab (33), perantau asal Sumatera Selatan yang berhasil lolos dari maut.
 
Rinto yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, tak pernah menyangka bahwa perjalanannya menuju Kalimantan akan berujung pada pertarungan nyawa di tengah dinginnya lautan lepas.

Petaka tersebut bermula sekitar lima jam setelah kapal bertolak, tepatnya pada pukul 02.00 dini hari saat sebagian besar penumpang tengah tertidur lelap.
 
Rinto yang saat itu berada dalam kondisi setengah sadar, tiba-tiba dikagetkan oleh dentuman keras menyerupai patahan besi raksasa. Hanya dalam hitungan kurang dari dua menit sejak suara mengerikan itu terdengar, lambung kapal langsung miring drastis akibat terjangan ombak setinggi dua meter.
 

Kepanikan massal seketika pecah di dalam geladak saat air laut mulai merangsek masuk membajak seisi kabin kapal.
 
"Ada yang teriak. Kebanyakan masih ada yang tidur," jelas Rinto menggambarkan suasana histeris para penumpang yang saling berhamburan mencari jalan keluar dalam kegelapan.

Menyadari kapalnya akan segera tenggelam, pemuda itu mengerahkan sisa tenaganya untuk memanjat menuju geladak atas dan bergegas menyambar sebuah jaket pelampung.
 
Ia bersama belasan penumpang lain yang berhasil meloloskan diri kemudian nekat melompat dan bertahan hidup dengan cara berpegangan erat pada sisa lambung kapal yang sudah dalam posisi terbalik.
 

Di balik insiden mengerikan yang menimpanya, terselip kisah pilu mengenai perjuangan hidup Rinto yang merantau murni untuk memperbaiki perekonomian keluarga.
 
"Saya ke sini panggilan kerja, Pak. Interview lagi," ungkap Rinto dengan nada bergetar saat dievakuasi, meratapi asa pekerjaan barunya yang nyaris terkubur bersama bangkai kapal.

Ketangguhan fisik dan mental Rinto benar-benar diuji malam itu karena ia harus pasrah terombang-ambing di lautan lepas selama kurang lebih empat jam.
 
Harapannya kembali menyala ketika armada kapal bantuan, termasuk KM Haida, akhirnya merapat ke titik jatuhnya kapal dan menariknya dari air pada Minggu (13/9/2026) malam untuk dibawa dengan selamat menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
 

Saat ini, Kementerian Perhubungan bersama tim Basarnas gabungan masih terus berjibaku menyisir perairan Masalembo untuk mencari para korban yang belum ditemukan.
 
Berdasarkan pembaruan data hingga Senin (14/9/2026) pagi, dari total 243 orang di dalam manifes, tercatat 107 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara enam orang lainnya dinyatakan gugur dalam tragedi tersebut.***
 

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X