Meski demikian, proses pengejaran menghadapi sejumlah kendala. Polisi menduga para pelaku dapat dengan mudah berbaur dengan masyarakat untuk menghindari kejaran aparat.
Selain itu, mereka juga diduga bisa kembali masuk ke kawasan hutan yang selama ini menjadi lokasi persembunyian.
Yusuf mengatakan, kelompok tersebut diduga melakukan aksi kekerasan secara acak. Teror disebut dilakukan melalui berbagai bentuk ancaman maupun tindakan kekerasan.
Baca Juga: BNPB Pastikan Kesiapsiagaan Tsunami Banten Saat Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada
Karena itu, polisi belum menyimpulkan bahwa penembakan tiga ASN asal NTT tersebut dilakukan semata-mata karena para korban bukan orang asli Papua.
“Kalau terkait dengan kelompok tertentu, ya, masih terlalu jauh kami untuk menilai seperti itu, sebab biasanya mereka melakukannya itu secara random,” kata Yusuf.
Menurut dia, pola yang dilakukan kelompok tersebut selama ini lebih mengarah pada upaya menebar teror.
“Jadi, kalau modus yang mereka lakukan, ini mereka memang selalu menebar teror dengan ancaman kekerasan maupun tindakan kekerasan,” tuturnya.
Baca Juga: Gegara Puntung Rokok, Tumpukan Sampah di Belakang SMKN 61 Pulau Tidung Hangus Terbakar
Polisi kini masih mengembangkan penyelidikan sekaligus melakukan pengejaran terhadap PN dan KT untuk mengungkap secara lebih jelas keterlibatan keduanya dalam penembakan tiga ASN asal NTT tersebut. ***
Artikel Terkait
Gegara Puntung Rokok, Tumpukan Sampah di Belakang SMKN 61 Pulau Tidung Hangus Terbakar
Isak Tangis Pecah di Bandara El Tari, Wagub NTT Kutuk Keras Aksi Biadab KKB yang Bunuh 2 Warganya
Hari ke-5 Pencarian 8 Orang Hilang di Perairan Banten, Keluarga Jurnalis: Semoga Ditemukan Selamat
Kronologi Hyundai Ioniq 6 Hangus Terbakar di Simpang Tomang, Damkar Ungkap Penyebabnya
Jelang Duel Klasik Persib vs Persija, Polisi Terjunkan Patroli Besar dan Kawal 95 Titik Nobar di Bandung