Motif Penganiayaan Dua Bocah di Dairi Sumut Terungkap, Ternyata Dipicu Masalah Gaji

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:21 WIB
Viral kasus penganiayaan bocah laki-laki di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.  (IstimewaThreads/rudicllub)
Viral kasus penganiayaan bocah laki-laki di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. (IstimewaThreads/rudicllub)

INSIBERNEWS - Kasus penganiayaan terhadap dua bocah kakak beradik di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, akhirnya menemukan titik terang. Polisi mengungkap aksi kekerasan terhadap AGP (7) dan AP (6) diduga dipicu persoalan pembayaran upah pengasuhan.

Kedua anak tersebut sebelumnya dititipkan oleh sang ibu kepada seorang perempuan berinisial RS (52), yang tinggal di Jalan Merdeka, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Ibu korban, R Sianturi (53), diketahui bekerja di sebuah rumah makan yang berada di Balige, Kabupaten Toba. Sementara itu, ayah kedua bocah tersebut sedang menjalani hukuman penjara terkait kasus narkoba.

Baca Juga: Anjing Pitbull yang Serang Anak di Bandung Dikarantina, Dua Ekor Dievakuasi

Kasat Reskrim Polres Dairi Iptu Darman Lumbanraja mengatakan, RS dipercaya mengasuh kedua korban dengan kesepakatan pembayaran sebesar Rp500.000 setiap pekan.

Namun, dalam perjalanan, pembayaran upah tersebut mengalami kendala. Persoalan finansial itu diduga membuat RS merasa kecewa hingga akhirnya melampiaskan kemarahannya kepada kedua anak yang berada dalam pengasuhannya.

“Merasa tidak terima dengan masalah pembayaran tersebut, pelaku RS akhirnya melampiaskan kekesalannya secara brutal kepada kedua anak yang tidak berdaya itu,” ujar Iptu Darman, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Dua Pelajar Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan Siswa SMA di Bener Meriah

Polisi menyebut tindakan kekerasan tersebut tidak hanya terjadi sekali. Berdasarkan hasil pemeriksaan, penganiayaan diduga dilakukan berulang kali dengan menggunakan sejumlah benda yang berada di dalam rumah.

Kasus tersebut terungkap setelah AGP ditemukan warga pada Jumat (21/8/2026). Saat ditemukan, bocah berusia tujuh tahun itu berada di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, dalam kondisi mengenaskan.

Kondisi korban kemudian direkam dan videonya menyebar luas di media sosial hingga menjadi perhatian publik.

Baca Juga: Satu Dekade Menahan Rindu, Kejutan BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada Polres Dairi. Polisi kemudian bergerak untuk mengamankan RS yang diduga menjadi pelaku penganiayaan.

Di saat bersamaan, korban dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X