Tragis! Balita 2 Tahun Korban Gempa NTT Meninggal Dunia di Tengah Keterbatasan Pengungsian

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 24 Agustus 2026 | 15:50 WIB
Menyoroti viralnya kabar balita berusia 2 tahun yang wafat imbas terpapar kondisi dingin di posko pengungsian gempa NTT.  (Instagram.com/@folkative)
Menyoroti viralnya kabar balita berusia 2 tahun yang wafat imbas terpapar kondisi dingin di posko pengungsian gempa NTT. (Instagram.com/@folkative)

INSIBERNEWS - Kabar duka datang dari lokasi pengungsian korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang balita berinisial MC (2), warga Nagekeo, meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan selama berada di tempat pengungsian.

MC diketahui menjadi salah satu pengungsi bersama keluarganya setelah gempa mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. Kabar meninggalnya balita tersebut kemudian mendapat perhatian publik di media sosial.

Informasi yang beredar menyebutkan, kondisi dingin di lokasi pengungsian turut dikaitkan dengan memburuknya kondisi kesehatan korban. Kementerian Kesehatan disebut mengaitkan kematian MC dengan paparan suhu dingin selama berada di pengungsian.

Baca Juga: Ribuan Titik Api Kepung Papua Tengah, Karhutla di Nabire Paling Parah dan Sulit Dijangkau

Setelah gempa terjadi, MC bersama keluarganya mengungsi di kawasan tepian Bukit Puta. Mereka terpaksa meninggalkan tempat tinggal dan bertahan di lokasi pengungsian dengan fasilitas yang disebut masih terbatas.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pengungsi, terutama saat malam hari ketika suhu udara terasa semakin dingin.

Seorang relawan sekaligus warga setempat bernama Afik membenarkan kabar meninggalnya MC. Menurut dia, balita tersebut termasuk warga yang bertahan di pengungsian bersama keluarganya dalam kondisi serba terbatas.

Baca Juga: Tarif Parkir Jakarta Diisukan Tembus Rp60 Ribu per Jam, Pramono Anung Buka Suara

Minimnya perlengkapan untuk menghadapi cuaca dingin menjadi salah satu persoalan yang dirasakan warga. Persediaan selimut disebut belum mencukupi kebutuhan para pengungsi di Desa Marapokot.

Sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan MC dilaporkan terus menurun. Balita tersebut sempat mengalami demam tinggi hingga akhirnya harus mendapatkan penanganan medis.

MC kemudian dibawa ke RS Aeramo untuk menjalani perawatan. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban selanjutnya dirujuk ke RS Bajawa.

Baca Juga: Bocah 9 Tahun Diserang Anjing Pitbull hingga Luka Parah, Begini Kronologi Kejadiannya

Namun, upaya medis tersebut belum mampu menyelamatkan nyawa MC.

"Anak ini jatuh sakit, sempat dirawat tapi akhirnya meninggal dunia," kata Afik, Minggu (23/8/2026).

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X